IHSG pagi ini turun 18,48 poin atau 0,29 persen ke level 6.352,20 pada awal perdagangan.
Meski IHSG melemah, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 justru masih mampu bergerak positif.
Indeks LQ45 tercatat naik tipis 0,19 poin atau 0,03 persen ke posisi 635,01.
IHSG mengikuti arah bursa AS
Pergerakan IHSG hari ini sejalan juga pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,65 persen ke level 49.363,88. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,67 persen ke 7.353,61, dan Nasdaq Composite melemah -0,84 persen menjadi 25.870,71.| Baca juga: Jadi Jangkar Pasar Modal, Ini Strategi BP BUMN dan Danantara |
Pelemahan IHSG
Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,46 persen ke level 6.370, meskipun investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp306 miliar di pasar reguler.Tekanan pasar terutama berasal dari saham-saham konglomerasi dan komoditas seiring munculnya rumor terkait rencana pemerintah membentuk badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis, mencakup batu bara, CPO, hingga mineral logam.
"Isu tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pengendalian harga jual yang dapat menekan margin dan profitabilitas emiten terkait," jelas Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut tim riset, secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan area support di 6.322 dan resistance pada 6.635.
"Fokus pasar selanjutnya tertuju pada hasil RDG Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen, serta pidato Presiden Prabowo terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar jangka pendek," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News