Aplikasi WELMA. Foto: Dokumen BCA
Aplikasi WELMA. Foto: Dokumen BCA

Lengkapi Instrumen Investasi, BCA-Bahana Rambah Reksa Dana

Annisa ayu artanti • 01 September 2022 18:52
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) meluncurkan produk Reksa Dana terbaru bernama Bahana Gebyar Dana Likuid (BGDL). Produk tersebut melengkapi instrumen investasi yang sudah tersedia melalui berbagai kanal investasi BCA, terutama melalui aplikasi Wealth Management (WELMA) BCA.
 
Direktur BCA Haryanto Budiman mengatakan, kehadiran produk Reksa Dana baru tersebut dilatarbelakangi oleh minat dan semangat masyarakat untuk berinvestasi yang terus bertumbuh. Di tengah tantangan covid-19, inflasi yang meningkat dan situasi ekonomi global yang terus dinamis, pilihan untuk melakukan investasi harus dipikirkan dengan matang, terutama terhadap produk yang dapat memberikan imbal hasil yang menarik untuk persiapan masa depan. 
 
“BGDL yang dikelola oleh Bahana TCW hadir secara ekslusif bagi nasabah BCA untuk menyesuaikan kebutuhan investasi yang semakin beragam. Produk Reksa Dana terbaru yang ditawarkan BCA ini memiliki profil risiko yang sangat konservatif karena portofolionya memiliki risiko dan fluktuasi yang rendah," kata Haryanto dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 September 2022.
 
Baca juga: Baru Mau Investasi Reksa Dana? Cek Dulu Tips Ini 

Selain itu, produk ini dapat dijadikan alternatif yang tepat bagi nasabah dan masyarakat yang ingin melakukan diversifikasi portofolio di tengah situasi saat ini. "Produk ini dapat diperjualbelikan baik melalui Kantor Cabang BCA yang melayani transaksi investasi maupun aplikasi WELMA,” ujarnya. 
 
Presiden Direktur Bahana TCW, Rukmi Proborini mengatakan produk BGDL merupakan jenis Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki kriteria screening ketat dan terukur serta dikembangkan khusus secara tailor-made mengikuti karakteristik dan kebutuhan nasabah BCA serta akan dijual ekslusif di BCA. 
 
"Reksa Dana ini memiliki komposisi ideal sebesar 60 persen di obligasi baik korporasi maupun pemerintah dengan tenor di bawah satu tahun, sedangkan 40 persen sisanya diinvestasikan pada deposito berjangka. Produk ini mengutamakan manajemen risiko yang terukur tanpa mengesampingkan potensi imbal hasil yang optimal bagi investor di BCA," jelas Rukmi. 
 
Haryanto menambahkan, produk BGDL diharapkan dapat memberikan solusi investasi bagi nasabah BCA, sekaligus menambahkan dana kelolaan perseroan yang terus menerus meningkat dari waktu ke waktu. 
 
Seperti diketahui, hingga semester I-2022, kinerja dana kelolaan BCA tumbuh positif, terlihat dari pertumbuhan asset under management (AUM) produk reksa dana dan obligasi yang mencapai 54 persen secara year on year
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif