Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Baru Mau Investasi Reksa Dana? Cek Dulu Tips Ini

Ade Hapsari Lestarini • 28 Juni 2022 10:48
Jakarta: Reksa dana saham menjadi salah satu jenis investasi yang populer di kalangan anak muda. Maklum, reksa dana saham memang dirancang untuk investasi dalam jangka waktu yang lama.
 
Reksa dana adalah tempat mengumpulkan uang atau dana investasi dari masyarakat. Lalu selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi dalam berbagai instrumen investasi. Dalam hal ini instrumen yang dimaksud adalah saham.
 
Nantinya, manajer investasi akan mengelola dan menginvestasikan dana secara profesional dalam reksa dana. Manajer investasi didukung oleh tenaga ahli lainnya yang terdiri dari komite investasi dan pengelola investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Co-Founder Ternak Uang Felicia Putri Tjiasaka berbagi tips untuk berinvestasi reksa dana saham, khususnya bagi para pemula.

Tepat memilih manajer investasi

Karena reksa dana dijalankan oleh manajer investasi, Felicia berpesan agar investor pemula tidak salah dalam memilih manajer investasi. Untuk mengakalinya, ia memberikan panduan.
 
"Untuk pemula, mereka bisa memilihnya dari 20 manajer investasi terbaik berdasarkan dana kelolaan. Untuk mengetahui daftarnya bisa di cek di website IDX dan beberapa agen penjual reksa dana. Alternatif lainnya, pilih manajer investasi yang kamu kenal secara personal dan bisa dipercaya. Kalau enggak kenal, lebih baik skip saja," jelas Felicia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Baca juga: Strategi Investasi bagi Pekerja Pemula

Pilih reksa dana yang tepat

Setelah menyortir manajer investasi, selanjutnya kita perlu memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko kita. Untuk mengetahui ciri reksa dana yang menguntungkan, Felicia menganalisisnya dari beberapa karakteristik.
 
"Idealnya, pilihlah reksa dana yang punya dana kelolaan yang tidak terlalu kecil ataupun tidak terlalu besar. Kalau terlalu besar nanti kurang lincah sehingga tidak fleksibel. Tapi kalau terlalu kecil itu sulit untuk dipercaya, rentan bermasalah ke depannya. Idealnya, dana kelolaannya di kisaran Rp100 miliar hingga Rp1 triliun," ungkap Felicia.
 
Baru Mau Investasi Reksa Dana? Cek Dulu Tips Ini
 
Selain itu, Felicia mengimbau agar investor lebih jeli dalam melihat rekam jejak reksa dana yang akan dipilih. Paling aman, bisa dilihat dari laporan bulanan reksa dana tersebut beserta prospektusnya.
 
"Cek return-nya. Apakah bagus dan konsisten dalam jangka panjang atau tidak. Lalu, cari reksa dana yang drawdown (kerugian) paling rendah. Terakhir, pilih reksa dana yang expense ratio dan biaya manajer investasinya rendah," tambahnya.
 
Meski demikian, lanjut Felicia, seorang investor tetap memerlukan strategi saat berinvestasi reksa dana saham.

Ada 5 trik yang dijadikan strategi para investor pemula:

  1. Lump sum (beli sekaligus dalam satu waktu).
  2. Dollar cost averaging (beli dalam waktu yang berbeda-beda).
  3. Market timing (membeli dan menjual di waktu yang tepat).
  4. Average up.
  5. Buy and hold.
Felicia merekomendasikan investor untuk menerapkan strategi dollar cost averaging. "Karena pergerakan reksa dana saham sangat fluktuatif, lebih cocok untuk investasi secara rutin saja, agar menghindari beli di harga pucuk atau tertinggi. Kemudian jangan pakai buy and hold, itu tidak cocok karena reksa dana saham yang dikelola oleh manajer investasi yang bisa melakukan salah atau pindah perusahaan. Idealnya, selalu melakukan evaluasi setiap enam bulan atau setahun sekali," paparnya.

 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif