Ilustrasi Rupiah. Foto: AFP/Adek Berry.
Ilustrasi Rupiah. Foto: AFP/Adek Berry.

Mantap! Rupiah Selasa Pagi Menguat ke Rp14.883/USD

Husen Miftahudin • 06 September 2022 09:32
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan.
 
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 6 September 2022, nilai tukar rupiah terhadap USD berada di level Rp14.883 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 24 poin atau setara 0,16 persen dari posisi Rp14.907 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
 
Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.880 per USD hingga Rp14.888 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 4,35 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada pada tren penguatan. Rupiah bertengger di posisi Rp14.885 per USD, menguat 15 poin atau 0,10 persen dari Rp14.900 per USD.
 
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif. Meski memang mata uang Garuda tersebut diprediksi ditutup masih melemah.
 
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.880 per USD hingga Rp14.930 per USD," jelasnya.
 
Baca juga: Rupiah Melemah Mendekati Level Rp15 Ribu/USD

 
Hal ini didorong oleh sentimen dolar AS yang naik ke level tertinggi setelah Rusia menghentikan pasokan gas ke Eropa. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran kekurangan energi saat musim dingin yang mulai mendekat dan ekspektasi Federal Reserve yang akan melanjutkan pengetatan moneter agresif, terutama setelah rilis data nonfarm payrolls yang lebih baik dari perkiraan.
 
"Pasar berjangka telah memperkirakan peluang lebih dari 50 persen dan The Fed akan menaikkan 75 basis poin pada pertemuan kebijakan September," terang Ibrahim.
 
Raksasa energi Rusia Gazprom mengumumkan rencananya untuk menutup pipa Nord Stream ke Jerman segera setelah penutupan perdagangan gas alam di Eropa, dan beberapa jam setelah menteri keuangan G-7 telah menyepakati perlunya mengenakan batasan harga pada Rusia.
 
"Bank Sentral Eropa bertemu akhir pekan ini, dan secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga mengingat inflasi dengan cepat mendekati dua digit di Zona Euro dan para pembuat kebijakan menjadi khawatir tentang harga tinggi yang tertanam kuat," pungkas Ibrahim.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif