Secara keseluruhan, Bitcoin telah mencatatkan rebound lebih dari 17% dari titik terendahnya. Dominasi pasar Bitcoin (BTC Dominance) ikut menguat ke level 59,40%, sementara total kapitalisasi pasar kripto global naik sekitar 1,20% menjadi USD2,37 triliun.
| Baca juga: Bitcoin Tertekan ke Area USD60.000, Pasar Kripto Diguncang Likuidasi Massal |
Menurut Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, pergerakan ini mencerminkan fase pemulihan teknikal setelah tekanan jual ekstrem yang terjadi pada awal Februari. Ia menyoroti bahwa penurunan sebelumnya merupakan yang terdalam sejak gejolak pasar pasca-krisis FTX, dengan tekanan jual harian mencapai level tertinggi pada Minggu (8/2/2026).
“Bitcoin berhasil bangkit dari area USD60.000 dan menghapus sebagian besar kerugian akibat aksi jual tajam sebelumnya. Saat ini, harga kembali stabil di atas USD70.000,” ujar Panji.
Namun demikian, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Tekanan masih datang dari sektor
institusional, khususnya melalui produk Bitcoin Spot ETF. Hingga 5 Februari 2026, ETF Bitcoin mencatatkan arus keluar bersih mingguan sebesar USD689,22 juta. Padahal, awal pekan sempat dibuka dengan optimisme setelah terjadi inflow harian lebih dari USD561 juta.
Arah pasar kemudian berbalik drastis. Aksi jual mencapai puncaknya pada 4 Februari dengan outflow harian mendekati USD545 juta. Dalam waktu singkat, total aset bersih ETF Bitcoin terkikis tajam dari sekitar USD100 miliar menjadi hanya USD80,76 miliar.
Memasuki pekan ini, perhatian pelaku pasar kripto beralih ke sejumlah rilis data makroekonomi Amerika Serikat yang dinilai krusial, terutama karena data tersebut sempat tertunda akibat government shutdown.
Pada Rabu (11/2), AS dijadwalkan merilis January Jobs Report. Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 70.000 lapangan kerja baru, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,4%. Sejauh ini, indikator pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan, tercermin dari klaim pengangguran mingguan yang relatif rendah di kisaran 210.000.
Sementara itu, pada Jumat (13/2), perhatian akan tertuju pada laporan Inflasi CPI Januari. Inflasi diperkirakan naik 0,3% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan. Data ini menjadi penentu penting, mengingat Federal Reserve berulang kali menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan moneter baru dapat dipertimbangkan jika inflasi menunjukkan penurunan yang lebih konsisten.
Dalam jangka pendek, Panji memperkirakan Bitcoin akan bergerak sideways dengan kecenderungan volatil, di rentang USD69.000–USD72.000. Sementara itu, Ethereum (ETH) diperkirakan diperdagangkan di kisaran USD2.000–USD2.300, mengikuti dinamika sentimen makro dan arus dana institusional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News