Ilustrasi transaksi digital. Foto: Unsplash.
Ilustrasi transaksi digital. Foto: Unsplash.

Bangun Generasi Cakap Finansial, Asosiasi Dorong Literasi Fintech di Bangka Belitung

Arif Wicaksono • 29 November 2025 21:50
Jakarta: Di tengah pesatnya transformasi digital dan maraknya ancaman kejahatan keuangan online, literasi finansial menjadi kompetensi penting bagi generasi muda Indonesia. 
 
Melihat urgensi tersebut, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) memperluas edukasi keuangan digital ke daerah melalui program Indonesia Fintech Youth Community (INFINITY), yang kali ini menyambangi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menegaskan anak muda berada di garis depan ekonomi digital. Namun minimnya literasi finansial membuat mereka rentan terhadap risiko keuangan digital yang semakin kompleks.
 
“Generasi muda adalah penggerak ekonomi masa depan. Mereka harus dibekali kemampuan memahami keuangan, mengenali risiko penipuan digital, dan memilih layanan fintech yang aman. INFINITY hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” jelas Firlie.

Ia menambahkan, hasil Annual Members Survey (AMS) 2024–2025 menunjukkan pemanfaatan fintech masih terkonsentrasi di Jawa. Karena itu, daerah dengan potensi digital tinggi seperti

Bangka Belitung perlu menjadi prioritas edukasi.

Pemilihan Bangka Belitung bukan tanpa alasan. Provinsi ini menempati posisi kedua dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025. Adopsi pembayaran digital tumbuh pesat, terutama melalui QRIS.
 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mencatat lonjakan transaksi QRIS hingga 164,24% secara tahunan pada kuartal III-2025, dengan lebih dari 13,6 juta transaksi hingga Oktober.
 
“Pembayaran digital sudah menjadi lifestyle masyarakat Babel. Namun peningkatan ini juga dibarengi risiko fintech ilegal, informasi palsu, hingga judi online,” ujar Rommy.
 
Ia menilai edukasi seperti INFINITY penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku digital yang sadar risiko.

Akses Keuangan Tidak Cukup Tanpa Literasi

Manajer Madya OJK Bangka Belitung, Andrias Masil, mengingatkan perluasan akses keuangan harus diimbangi pemahaman yang memadai. Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan 91% pada 2025, namun literasi keuangan nasional masih jauh tertinggal.

“Artinya, kita ingin memastikan hanya sekitar tujuh persen masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan keuangan pada tahun ini. Namun akses saja tidak cukup jika tidak diiringi peningkatan literasi,” ujar Andrias.

Melalui INFINITY Goes to Campus, AFTECH bersama OJK, Bank Indonesia, dan industri fintech membangun ruang belajar bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, dan UMKM untuk memahami produk keuangan digital secara lebih komprehensif dari cara kerja fintech, pengelolaan keuangan pribadi, hingga literasi risiko digital.
 
Tujuannya tak lain adalah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya aktif di ekonomi digital, tetapi juga memiliki ketahanan finansial yang kuat dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana.
 
AFTECH juga mengajak masyarakat luas terlibat dalam rangkaian Bulan Fintech Nasional 2025 sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi keuangan yang lebih inklusif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan