Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Waspadai Tekanan Jual

Annisa ayu artanti • 01 April 2026 09:27
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka naik 1,43 persen ke level 7.149 pagi ini.
  • Sentimen global positif dorong penguatan awal.
  • Proyeksi masih terbatas dengan potensi tekanan jual.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global, khususnya penguatan indeks saham di Wall Street.
 
Melansir Antara, Rabu, 1 April 2026, IHSG tercatat naik 101,03 poin atau 1,43 persen ke posisi 7.149,25. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga menguat 11,78 poin atau 1,65 persen ke level 727,59.

Wall Street menguat jadi sentimen positif

Penguatan IHSG pagi ini sejalan dengan kinerja positif bursa saham Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama di Wall Street ditutup di zona hijau.
 
Dow Jones Industrial Average menguat 2,49 persen ke level 46.341,51. Indeks S&P 500 naik 2,91 persen ke 6.528,52, sementara Nasdaq melonjak 3,83 persen ke posisi 21.590,63.

Sentimen global ini memberikan dorongan awal bagi pasar saham domestik untuk bergerak naik.
 
Baca juga: IHSG Rebound, Peluang Naik Masih Terbuka?

Tekanan jual masih membayangi

Meski dibuka menguat, IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,61 persen ke level 7.048 dengan tekanan jual asing yang cukup besar, yakni mencapai Rp1,17 triliun.
 
Aksi profit taking dan dominasi perdagangan jangka pendek menjadi faktor utama yang menekan indeks, terutama di tengah kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian.

Sentimen domestik masih jadi perhatian

Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah terkait harga BBM yang tidak mengalami kenaikan tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Meski menjaga daya beli, kebijakan ini berpotensi meningkatkan beban subsidi dan memperlebar risiko defisit APBN.
 
Selain itu, aturan baru dari Bursa Efek Indonesia terkait kenaikan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang berlaku sejak 31 Maret 2026 juga turut memengaruhi dinamika pasar.

Proyeksi IHSG hari ini

Secara teknikal, Analis BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan terbatas dengan kecenderungan melemah.
 
"Area support berada di kisaran 6.950 hingga 7.000 dan resistance pada 7.100 hingga 7.140, di mana pasar akan terus mencermati arah kebijakan pemerintah ke depan terutama dalam merespons kenaikan harga minyak mentah," jelasnya dalam riset harian.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan