Berdasarkan data pasar Investing pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 09.14 WIB, rupiah berada di level Rp17.706,4 per dolar AS atau turun 40,5 poin setara 0,23 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
| Baca juga: |
Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,07 persen ke level 99,450. Penguatan dolar AS tersebut turut memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di kawasan Asia, rupiah tercatat melemah terhadap yen Jepang. Mata uang Negeri Sakura itu naik 0,07 persen ke level Rp110,42. Rupiah juga tertekan oleh won Korea Selatan yang menguat 0,06 persen ke posisi Rp11,69.
Meski demikian, rupiah masih mampu mencatat penguatan terhadap beberapa mata uang regional. Rupiah menguat terhadap dolar Singapura yang turun 0,04 persen ke level Rp13.785,97.
Penguatan juga terjadi terhadap yuan Tiongkok. Mata uang tersebut melemah 0,10 persen ke posisi Rp2.616,05.
Adapun pergerakan rupiah terhadap euro relatif stabil. Mata uang Eropa itu tercatat berada di level Rp20.567 per euro atau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga emas dunia yang kerap menjadi aset lindung nilai (safe haven) turut mengalami kenaikan tipis. Emas spot XAU/USD menguat 0,03 persen ke level USD4.310,60 per troy ons.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang sepanjang hari, termasuk perkembangan ekonomi internasional dan data ekonomi domestik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda