Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Papan Ekonomi Baru Dinilai Jadi Katalis Positif Perusahaan Teknologi

Husen Miftahudin • 05 Desember 2022 23:25
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya merilis Papan Pencatatan Ekonomi Baru. Sejauh ini, papan new economy ini memasukkan tiga emiten yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Ketiganya dikenal sebagai perusahaan teknologi startup pemilik platform digital dan turut mendorong perkembangan ekonomi digital di Tanah Air.
 
Mengacu pada informasi yang disampaikan BEI, Papan Ekonomi Baru merupakan papan pencatatan yang disediakan untuk saham perusahaan teknologi yang memiliki manfaat sosial dan pertumbuhan tinggi. Papan ini setara dengan Papan Utama. 
 
Analis Samuel Sekuritas Farras Farhan menjelaskan pindahnya saham GOTO, BUKA, dan BELI ke Papan Ekonomi Baru dapat menjadi katalis positif untuk saham teknologi ke depannya. 
 
Menurut Farras, belakangan ini BEI memang melakukan inovasi dan transformasi dari sisi klasifikasi pencatatan maupun indexing. Semakin banyak indeks, maka akan semakin variatif untuk investor terutama fund manager.
 
"Ini akan menjadi opportunity untuk pengembangan produk investasi berbasis saham yang sifatnya tematik. Sekarang sudah ada ESG dan New Economy. Ini dua tema investasi yang disukai investor asing. Tentu saham yang masuk ke indeks tersebut bisa menjadi stock pick para investor tadi," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 5 Desember 2022.
 
Dengan adanya papan baru ini, Farras juga menyoroti kinerja keuangan GOTO yang terus membaik dan akan semakin terlihat dengan adanya inovasi regulator ini. Salah satu hal paling menarik, ketika perusahaan menghemat insentif, bakar uang, dan operasional, jumlah pengguna masih terus tumbuh begitu juga pendapatannya.
 
"Ini menarik karena harga saham yang sudah terdiskon bisa menjadi opportunity terutama setelah badai ekonomi mereda. Sebagai investor kita harus forward looking, rasional dan tidak terjebak pada sentimen jangka pendek," kata Farras. 
 
Sementara menurut analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna Pradana, stock picks di papan new economy, GOTO memiliki keunggulan dibandingkan peers. Terutama dari sisi valuasi, bobot dan market cap, hingga strategi bisnis dan ekosistem.
 
"GOTO punya market cap terbesar, begitu juga bobotnya terhadap IHSG. Artinya kalau fund manager mau beli saham untuk dimasukkan ke portofolio, mereka akan cenderung membeli saham dengan bobot terbesar dengan komposisi yang cenderung dominan. Ini positif untuk GOTO. Di sisi lain kalau soal ekosistem, GOTO masih tercatat sebagai paling besar dan paling terintegrasi," tambah Radit.
 
Baca juga: BEI Harap Papan Ekonomi Baru Buat Unicorn Berbondong-Bondong Masuk Bursa

 
Kekuatan ekosistem GOTO tercermin pada nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value/GTV) mencapai Rp451 triliun hingga periode sembilan bulan 2022 dengan total pengguna yang bertransaksi mencapai 67 juta users dan nilai kapitalisasi pasar Rp156,3 triliun. GTV adalah total nilai transaksi yang diproses dalam aplikasi. GTV GOTO ditopang tiga ekosistem utamanya yakni Tokopedia (e-commerce), GoTo Finansial (fintech) dan Gojek (on-demand).
 
"Bisnis GOTO yang ditopang oleh tiga segmen dengan value proposition unik ini menjadi kunci penting daya saing dan produktivitas GOTO. On-demand sebagai margin driver, e-commerce sebagai size driver dan fintech sebagai growth driver dan ecosystem enabler. Ini yang tidak dimiliki yang lain yang cenderung terkonsentrasi di e-commerce saja," jelas Radit.
 
Namun belakangan ini harga saham GOTO sedang bergerak downtrend seiring dengan dibukanya penguncian saham investor pra-IPO (lock-up period). Menariknya, secara umum pandangan analis masih positif terhadap potensi saham GOTO ke depan.
 
Dari 14 analis yang disurvei Bloomberg maupun Reuters, sebanyak 64 persen di antaranya memberikan rekomendasi buy untuk saham GOTO. Sedangkan untuk 14 persen hod dan 21 persen sell.
 
Rata-rata target harga saham GOTO yang dipatok oleh konsensus analis tersebut berada di Rp296 per saham. Apabila menggunakan target harga yang dibentuk oleh konsensus tersebut sebagai fair value saham GOTO, maka ada potensi upside sampai 125 persen.
 
"Tak hanya itu, teknikal GOTO saat ini juga sangat menarik. GOTO ditutup pada level 132 pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2022. Berdasarkan indikator RSI-nya, GOTO saat ini sedang berada pada area oversold atau jenuh jual. Artinya GOTO sudah berada di akhir penurunannya dan sudah mulai menarik untuk dilakukan akumulasi," kata Radit.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif