Bank Indonesia. Foto : MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia. Foto : MI/Usman Iskandar.

BI: Sinergi dan Inovasi Kunci Menjaga Ketahanan Perekonomian Indonesia!

Husen Miftahudin • 30 November 2022 16:26
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan sinergi dan inovasi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan perekonomian Indonesia yang selama ini telah dicapai, sekaligus untuk menghadapi gejolak global.
 
"Optimisme terhadap pemulihan ekonomi perlu terus diperkuat dengan tetap mewaspadai rambatan dari ketidakpastian global, termasuk risiko stagflasi (perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi) dan bahkan resflasi (resesi ekonomi dan inflasi tinggi)," ungkap Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 30 November 2022.
 
Perry melanjutkan, penguatan pemulihan ekonomi diperlukan mengingat risiko koreksi pertumbuhan ekonomi dunia dan berbagai negara dapat terjadi apabila tingginya fragmentasi politik dan ekonomi terus berlanjut, serta pengetatan kebijakan moneter memerlukan waktu yang lebih lama untuk mampu menurunkan inflasi di masing-masing negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry mengatakan, stabilitas eksternal akan tetap terjaga, transaksi berjalan diprakirakan berada pada kisaran surplus 0,4 persen sampai dengan defisit 0,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023 dan surplus 0,2 persen sampai dengan defisit 0,6 persen dari PDB pada 2024, sementara neraca modal dan finansial surplus didukung PMA dan investasi portofolio.
 
"Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga baik dari sisi permodalan, risiko kredit, dan likuiditas," tukasnya.
 
Baca juga: Bos BI Hakulyakin Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,3% Tahun Depan

 
Pertumbuhan kredit akan tumbuh pada kisaran 10 persen sampai 12 persen pada 2023 dan 2024. Ekonomi dan keuangan digital juga akan meningkat pada 2023 dan 2024 dengan nilai transaksi e-commerce diprakirakan mencapai Rp572 triliun dan Rp689 triliun, uang elektronik Rp508 triliun dan Rp640 triliun, dan digital banking lebih dari Rp67 ribu dan Rp87 ribu triliun.
 
Bauran kebijakan Bank Indonesia pada 2023 akan terus diarahkan sebagai bagian dari bauran kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan, pemulihan, dan kebangkitan perekonomian Indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang akan melambat dan risiko terjadinya resesi di beberapa negara.
 
"Kebijakan moneter Bank Indonesia pada 2023 akan terus difokuskan untuk menjaga stabilitas (pro-stability)," pungkas Perry.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif