IHSG. Foto : MI.
IHSG. Foto : MI.

Laju IHSG Rawan Terseret Koreksi Harga Komoditas

Arif Wicaksono • 16 Agustus 2022 09:20
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terseret dari koreksi harga komoditas. Komoditas mengalami koreksi setelah data ekonomi Tiongkok yang memperkuat sinyal perlambatan ekonomi di 2022.
 
baca juga: IHSG Diramal Melemah Jelang Pembacaan Nota Keuangan

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan IHSG rawan koreksi karena kombinasi dari turunya harga komoditas seperti minyak dunia, nikel, CPO, dan emas.
 
Harga minyak dunia turun sebesar 4,39 persen (sehingga selama dua hari turun 5,7 persen), nikel turun sebesar 4,56 persen (sehingga selama dua hari turun 7,11 persen), CPO turun 4,77 persen, dan harga emas dunia turun 1.31 persen di tengah jatuhnya EIDO sebesar -1,28 persen.
 
"Selain itu data ekspor-impor Indonesia yang mulai menunjukkan penurunan kontribusi komoditas terhadap penerimaan negara serta perkiraan akan terjadinya kenaikan harga BBM pertalite yang pada gilirannya akan memicu kenaikan inflasi berpeluang memberikan dampak negatif terhadap perdagangan di Bursa Indonesia Selasa ini," jelas dia, dalam hasil risetnya, Selasa, 16 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, CEO Yugen Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan bursa saham Indonesia akan positif. IHSG diramalkan akan bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini yaitu di level support-resistance 7.002-7.223. Penguatan IHSG masih didorong oleh fundamental ekonomi nasional yang kuat.
 
"Perkembangan pergerakan IHSG di pekan pendek menjelang hari Kemerdekaan Indonesia masih menunjukkan betah berada dalam rentang konsolidasi wajar," katanya dalam riset harian, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Bank sentral Tiongkok memangkas suku bunga pinjaman karena data ekonomi Juli 2022 memburuk di belakang kebijakan pembatasan nol covid-19. Kemudian investasi properti Tiongkok turun 12,3 persen pada Juli.
 
Baik data ekonomi yang mengecewakan dan penurunan suku bunga bank sentral datang sebagai kejutan bagi pasar. Pembuat kebijakan Tiongkok memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5-5,5 persen pada pada paruh kedua tahun ini akan meleset.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif