Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

IHSG Hari Ini Dibuka Turun! Efek Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

Annisa ayu artanti • 19 Mei 2026 09:37
Ringkasnya gini..
  • IHSG pada Selasa pagi dibuka melemah tipis ke posisi 6.599,21, melanjutkan tren konsolidasi bearish dari perdagangan hari sebelumnya.
  • Tekanan pasar dipicu oleh lonjakan yield US Treasury, penguatan dolar AS, serta pelemahan rupiah yang memicu capital outflow Rp460 miliar.
Jakarta: Awal perdagangan hari ini menjadi pembuktian bahwa pasar saham domestik masih melanjutkan pelemahannya.
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa, 19 Mei 2026 dibuka melemah 0,03 poin atau 0,00 persen ke posisi 6.599,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09 persen ke posisi 650,49.
 
Kondisi ini sejalan dengan situasi global yang masih bergerak dinamis. 

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,32 persen ke level 49.686,12. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,074 persen ke 7.403,05, dan Nasdaq Composite melemah -0,51 persen menjadi 26.090,73.
 
Baca juga: Pembukaan Perdagangan, IHSG Sudah Turun 2,72%

IHSG review

Sebelumnya pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 1,85 persen ke level 6.599 dengan net foreign sell sebesar Rp460 miliar di pasar reguler. 
 
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, tekanan pasar masih dipengaruhi kenaikan yield US Treasury di kisaran 4,6 persen, penguatan dolar AS, serta pelemahan rupiah ke area Rp17.680 yang mendorong capital outflow dari pasar emerging markets. 
 
Selain itu, pasar juga mencermati potensi peninjauan indeks FTSE Russell yang dapat meningkatkan volatilitas saham domestik.

Proyeksi IHSG 

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish, namun kondisi oversold membuka peluang technical rebound jangka pendek. 
 
"IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 6.500 dan resistance 6.720, dengan fokus pasar tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia di tengah tekanan nilai tukar rupiah," tulis tim riset, Selasa, 19 Mei 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan