Ilustrasi Rupiah. Foto: AFP/Adek Berry.
Ilustrasi Rupiah. Foto: AFP/Adek Berry.

Kemarin Menguat, Eh Sekarang Melempem.. Ini Penyebabnya!

Antara • 25 Januari 2023 10:05
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah tipis seiring dengan tingginya permintaan obligasi Pemerintah Indonesia.
 
Rupiah pagi ini dibuka turun 42 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.930 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.888 per USD.
 
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas," kata Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tingginya permintaan obligasi pemerintah
 
Lukman menilai sentimen rupiah masih sangat positif, tercermin dari tingginya permintaan obligasi Pemerintah Indonesia sehingga membawa imbal hasil (yield) obligasi 10-tahun ke level terendah sejak Maret 2022, di mana saat ini berada di level 6,62 persen.
 
Tingginya permintaan obligasi Pemerintah Indonesia dipengaruhi oleh sentimen positif investor akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di tengah perlambatan dan resesi global.
 
Pergerakan rupiah utamanya juga didukung oleh revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang akan menguatkan rupiah ke depannya dalam jangka panjang.
 
Pemerintah Indonesia akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam agar selaras dengan pertumbuhan ekspor dengan cadangan devisa. Revisi aturan DHE diyakini dapat meningkatkan cadangan devisa nasional.
 
Berdasarkan PP Nomor 1/2019, hanya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, yang diwajibkan mengisi cadangan devisa dalam negeri. Selain menambah sektor komoditas ekspor, pemerintah juga akan meninjau lebih jauh terkait besaran jumlah yang harus masuk dalam cadangan devisa.
 
Selain itu Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp14,8 triliun pada periode 16-19 Januari 2023, yang mayoritas masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).
 
Di sisi lain premi risiko investasi (Credit Default Swap/CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 87,21 basis poin (bps) per 19 Januari 2023 dari 86,08 basis poin (bps) per 13 Januari 2023.
 
Baca juga: Jangan Bisanya Cuma Nyinyir, Ayo Ikut Bantu Negara Lewat Investasi di SBN Ritel!

 
Sentimen data eksternal lebih kuat
 
Namun, menurut Lukman, investor diperkirakan masih akan menunggu menjelang rilis data penting Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal IV-2022 dan inflasi Indeks Harga Belanja Konsumsi Perorangan (Personal Consumption Expenditures/PCE).
 
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini bergerak di kisaran Rp14.800 per USD hingga Rp15 ribu per USD.
 
Kemarin, rupiah ditutup naik tajam 188 poin atau 1,24 persen ke posisi Rp14.888 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat, 20 Januari 2023, pada level Rp15.075 per USD.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif