Lion Air Pelanggan Penting Boeing
Ilustrasi Lion Air. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Washington: Konsultan penerbangan, Boyd Group International, mencatat maskapai Lion Air tumbuh dengan cepat. Lion Air memesan 205 armada model Boeing 737.

Melansir Washington Post, Selasa, 30 Oktober 2018, Boyd Group International mengungkapkan tinggal satu model Max-8 yang belum dikirimkan. Awal tahun ini Lion Air mengumumkan akan membeli 50 model Max-10 baru.

"Lion Air adalah pelanggan yang sangat penting bagi Boeing," kata Mike Boyd, pendiri Boyd Group, firma riset pasar penerbangan.

Dia pun mengaku terkejut dengan penurunan tajam harga saham Boeing. Dia menilai penurunan harga saham ini sebagai reaksi berlebihan oleh investor.

Baca: Saham Boeing Anjlok Usai Lion Air Jatuh

Selain itu dia juga mencatat bahwa pengawasan Indonesia terhadap industri penerbangannya telah menjadi sumber keprihatinan sejak lalu. Baru pada Juni lalu Lion Air dianggap aman untuk bepergian oleh Uni Eropa.

"Uni Eropa menjadi sebuah masalah. Pemerintah Indonesia tidak memberikan pengawasan ketat terhadap maskapai penerbangannya. Itu menyebabkan kurangnya kepercayaan pada maskapai Indonesia," papar Boyd.

Pada 2012, dua pilotnya dinyatakan positif menggunakan metamfetamin, dan kemudian ditangkap beberapa jam sebelum tinggal landas. Pada 2004 sebuah pesawat Lion Air tergelincir dari landasan pacu dan jatuh setelah mencoba lepas landas saat hujan lebat.

Baca: Apa Keistimewaan Boeing 737 Max-8?

Dia menilai maskapai penerbangan Indonesia lainnya telah mengalami masalah mereka sendiri, seperti kecelakaan Garuda Airlines 1997 yang menewaskan 234 orang.

Bahkan sebelum fakta-fakta kecelakaan itu terjadi, ada beberapa reaksi internasional terhadap maskapai itu. Pemerintah Australia baru-baru ini menginstruksikan pejabat pemerintah dan kontraktor untuk tidak menggunakan Lion Air setelah adanya kecelakaan itu.

"Semua ini tidak menciptakan kepercayaan pada konsumen atau publik tentang Lion Air atau pasar penerbangan Indonesia," tambah Henry Harteveldt, salah satu pendiri dari grup konsultan penerbangan, Atmosfer.

"Ini masalah serius, dan kami perlu mencari tahu penyebabnya, tetapi pesawat baru biasanya tidak jatuh dari langit," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id