Seri 737 Max Pembangkit Bisnis Boeing

Ade Hapsari Lestarini 30 Oktober 2018 19:23 WIB
boeingLion Air Jatuh
Seri 737 Max Pembangkit Bisnis Boeing
Ilustrasi Boeing. (FOTO: AFP)
Washington: Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 bisa menjadi masalah bagi dua perusahaan. Lion Air dan Boeing.

Boeing memasok armada bagi Lion Air yakni jenis pesawat 737 Max-8. Jenis ini merupakan iterasi baru dari model jet komersial yang telah terbang selama beberapa dekade.

Melansir Washington Post, Selasa, 30 Oktober 2018, pesawat yang terlibat dalam kecelakaan itu baru diserahterimakan beberapa bulan lalu, tepatnya Agustus 2018.

Konsultan penerbangan, Boyd Group International mengatakan seri 737 Max ini telah menjadi "pembangkit listrik" bagi Boeing dan pendorong utama untuk bisnis penerbangan komersial perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

"Boeing telah memimpin reli pasar saham yang lebih luas selama lebih dari dua tahun terakhir, sebagian besar didorong oleh lini bisnis baru di pasar internasional yang berkembang seperti Indonesia," tutur Mike Boyd, pendiri Boyd Group, firma riset pasar penerbangan.

Adapun untuk jenis pesawat ini tercatat hampir 4.700 pesanan dari lebih dari 100 pelanggan internasional. Seri 737 Max adalah pesawat paling cepat terjual dalam sejarah Boeing.

Lion Air baru saja dibebaskan untuk terbang ke Uni Eropa. Sebagai salah satu maskapai terbesar di Asia Tenggara, Lion Air dianggap sebagai pemain kunci di pasar yang berkembang pesat untuk perjalanan udara komersial.

Baca: Apa Keistimewaan Boeing 737 Max-8?

Dengan penyelidikan penyebab kecelakaan di fase awal, tidak diketahui apakah kecelakaan itu disebabkan oleh masalah mekanis, kesalahan manusia atau sesuatu yang lain.

Sementara mengutip laman resmi Boeing, Senin, 29 Oktober 2018, jenis pesawat milik Amerika Serikat (AS) ini diproduksi dan didesain oleh Boeing Commercial Airplane. Seri ini merupakan generasi keempat dari jenis 737.

Jenis pesawat ini juga dikenal dengan Boeing 737 next generation. Dalam laman tersebut dikatakan Max 737 dirancang untuk memberikan pengalaman terbang yang nyaman bagi para penumpangnya.

Maskapai yang menggunakan jenis ini, bisa menjelajah dan menjangkau kota-kota kecil di seluruh dunia, termasuk rute transatlantik dan trans-benua.

Baca: Lion Air Pelanggan Penting Boeing

Boeing pun mengklaim pesawat jenis Max terbang tepat waktu dengan tingkat keterlambatan lebih sedikit. Selain itu pesawat ini juga menggunakan teknologi canggih dan memakai mesin LEAP-1B untuk membantu perjalanan udara yang efisien serta ramah lingkungan.

Sementara untuk jenis Max-8 mempunyai spesifikasi kapasitas maksimum 210 penumpang, serta terdiri dari dua kelas dengan kapasitas penumpang rata-rata 162-178 kursi.

Pesawat ini mempunyai jarak tempuh sejauh 6.570 kilometer (km), panjang pesawat sebesar 39,52 meter, rentang sayap sebesar 35,9 meter, dan kekuatan mesin LEAP-1B keluaran CFM International.

Di Indonesia, pesawat jenis ini digunakan oleh Lion Air, Malindo Air, dan Garuda Indonesia. Pesawat jenis 737 Max tercatat paling cepat terjual dalam sejarah Boeing. Secara akumulasi tercatat ada 4.700 pesanan lebih dari 100 pelanggan di seluruh dunia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id