Illustrasi. Dok;AFP.
Illustrasi. Dok;AFP.

Shutdown Pemerintahan AS Diprediksi hingga Awal 2019

Ekonomi amerika serikat
Nia Deviyana • 24 Desember 2018 17:30
Jakarta: Kepala Staf Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney memprediksi shutdown atau penutupan sebagian lembaga pemerintahan Amerika Serikat (AS) akan berlanjut hingga awal 2019.

"Kemungkinan beberapa hal tidak akan bergerak cepat di sini selama beberapa hari ke depan," kata Mulvaney seperti dilansir dari Xinhua, Senin, 24 Desember 2018.

Dia memprediksi shutdown sangat mungkin terjadi hingga melampaui 28 Desember dan hingga terlaksananya Kongres baru pada 3 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Mulvaney menjelaskan lamanya shutdown sebagai dampak dari ditolaknya proposal pengajuan dana Presiden AS Donald Trump untuk membangun tembok perbatasan. Di sisi lain, pemimpin minoritas Partai Demokrat di DPR Nancy Pelosi sengaja menghentikan upaya negosiasi. Penutupan sebagian lembaga pemerintahan yang dimulai pada Sabtu, 22 Desember lalu berimbas pada seperempat kantor federal, sembilan departemen AS tingkat kabinet, dan lusinan lembaga, termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, Transportasi, Interior, Pertanian, Negara, dan Keadilan.

Pertemuan Senat Gedung Putih tidak berhasil memecah kebutuhan atas proposal pendanaan tembok perbatasan dengan Meksiko yang menjadi inti dari kampanye Trump pada 2016. Senat AS tak kunjung menyepakati anggaran sebesar USD5,7 miliar atau sekitar Rp82,5 triliun yang diajukan Trump.

Adapun Senat merencanakan pertemuan dalam sesi pro forma pada Senin, 24 Desember 2108 dan Kamis, 27 Desember 2018 untuk mempertimbangkan potensi bisnis jika kesepakatan berhasil dicapai dengan dana pemerintah.

Sesi pro forma, yang biasanya hanya berlangsung beberapa menit, tidak melibatkan suara, tetapi senator dapat menghapus undang-undang dengan persetujuan bulat.

"Apa yang kami dukung -Demokrat dan Republik- adalah nyata, terkait keamanan perbatasan, tapi bukan dengan tembok," kata Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer, yang menambahkan bahwa Demokrat telah mengusulkan USD1,3 miliar untuk data keamanan perbatasan.

"Demokrat selalu mencari cara cerdas dan efektif untuk mengamankan perbatasan kita. Kami mendorong teknologi seperti drone, sensor, dan peralatan inspeksi," tambah Schumer.

Penutupan pemerintah AS bukan yang pertama kali terjadi. Di era Trump, pemerintahan sempat ditutup sebanyak tiga kali setahun.

Penutupan pertama terjadi pada Januari lalu. Shutdown dilakukan usai para senator gagal mencapai kesepakatan terkait kesepakatan dana operasional pemerintah.

Selang sebulan berikut, tepatnya pada Februari 2018, Pemerintahan Amerika Serikat lagi-lagi mesti tutup setelah seorang politikus konservatif di Senat sengaja menunda langkah Kongres menyepakati anggaran sementara. Saat ini, ratusan ribu pegawai pemerintahan 'dipaksa' bekerja tanpa dibayar jelang Natal.

Trump juga membatalkan liburan Natal ke Florida karena insiden ini. Gedung Putih mengatakan dia akan tetap berada di Washington hingga tercapai kesepakatan.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi