Illustrasi. Dok;AFP.
Illustrasi. Dok;AFP.

Shutdown AS Bisa Hambat Perundingan Dagang AS-Tiongkok

Ekonomi amerika serikat Perang dagang
Arif Wicaksono • 23 Desember 2018 16:00
Washington: Shutdown pemerintah AS bisa menghambat perundingan perang dagang dengan Tiongkok yang memiliki masa tenggang selama 90 hari. Penutupan pemerintah AS saat liburan akhir tahun akan ikut menyita waktu dari perundingan kedua negara yang rencananya akan berakhir pada 1 Maret 2019.
 
Direktur Eksekutif Lobi Perdagangan Asian Trade Center Deborah Elms meragukan bahwa perundingan kedua negara bisa selesai jika prosesnya berlarut-larut.
 
"Berapa lama akan ditutup? Jika satu atau dua hari itu bukan bencana besar, itu seperti hari salju, bukan masalah besar. Tetapi jika ditutup selama seminggu atau dua minggu, ini menjadi tantangan nyata. Khusus untuk situasi AS-Tiongkok," katanya dikutip dari SMCP, Minggu, 23 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penasihat perdagangan yang berpusat di San Francisco, Junker & Nakachi, Matt Nakachi, menjelaskan bahwa penutupan sementara akan membuat lebih sulit bagi Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) untuk bernegosiasi, menerbitkan aturan baru atau bekerja dengan lembaga lain.
 
Ditambah posisi negosiator utama Robert Lighthizer berkaitan dengan perundingan ini sudah sangat jelas. Lighthizer telah lama menjadi kritikus kebijakan perdagangan Tiongkok, dan merupakan salah satu arsitek utama kebijakan perdagangan agresif Trump.
 
Sementara itu, Ekonom Permata Bank Josua Pardede memprediksi bahwa shutdown itu bukan merupakan hal yang berat karena kedua partai bisa mencari solusi dari permasalahan yang ada. "Sebenarnya ada solusinya. Jadi market pun tidak terlampau khawatir. Kalau misalnya shutdown-nya panjang dan terkait dengan misalnya pajak, fiskal, baru bisa memengaruhi," ungkapnya
 
Shutdown tersebut karena Partai Demokrat menolak permintaan Donald Trump yang meminta dana USD5 miliar (Rp72,7 triliun) untuk pembangunan tembok di perbatasan AS dan Meksiko yang menurut Trump dapat mencegah masuknya imigran ilegal serta obat-obatan berbahaya.
 
Tuduhan oleh Departemen Kehakiman AS bahwa Tiongkok terlibat dalam spionase komersial yang berkepanjangan memberikan efek negatif dalam perundingan ini. Selain itu USTR juga sudah mengajukan dokumen yang mengkonfirmasi bahwa pada 2 Maret tahun depan. Tarif AS terhadap ekspor Tiongkok mencapai USD200 miliar akan naik menjadi 25 persen jika Tiongkok tak melakukan reformasi struktural untuk ekonominya.
 
Tak ada yang bisa memastikan bahwa penutupan pemerintah AS akan berlangsung lama karena semuanya bergantung kepada sikap Donald Trump. Penutupan pemerintah AS Oktober 2013, yang berlangsung selama 16 hari, menyebabkan penundaan negosiasi putaran Bali untuk Kemitraan Trans-Pasifik, kesepakatan perdagangan multilateral sebelum akhirnya ditarik oleh Trump setelah dia menjadi Presiden.
 
Namun perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang tadinya akan dipengaruhi oleh rencana penutupan pemerintah AS malah diluar perkiraan. Penutupan hanya berlangsung dua hari dan negosiasi perdagangan bebas Amerika Utara berjalan sesuai rencana di Montreal.
 



 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif