Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Diprediksi Fokus pada Pelemahan Yuan

Ekonomi as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 18 Agustus 2018 13:39
New York: Pelemahan yuan Tiongkok diperkirakan menjadi titik fokus selama pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok pada akhir Agustus. Hal itu lantaran kedua negara bergulat dari sisi perdagangan dan memicu fluktuasi terbaru di pasar mata uang yang harapannya kondisi tersebut bisa segera dihentikan.
 
"Pembicaraan tingkat menengah kemungkinan akan tentang bagaimana tepatnya mereka berurusan dengan RMB (renminbi)," kata Kepala Ekonom Institut Keuangan Internasional Robin Brooks, seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 18 Agustus 2018.
 
Pada Jumat pagi di Asia, USD diperdagangkan sekitar 6,89 terhadap yuan Tiongkok. Gerak USD telah menguat sekitar enam persen terhadap yuan sejak awal tahun, dengan banyak apresiasi yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Bahkan, penguatan USD juga memberikan efek terhadap mata uang lainnya di dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: AS-Tiongkok Siap Lanjutkan Pembicaraan Dagang
 
Mata uang Tiongkok melemah terhadap greenback karena meningkatnya ketegangan perdagangan serta meningkatnya suku bunga di AS yang menaikkan nilai USD. Bank sentral Tiongkok menetapkan nilai tukar harian untuk yuan berdasarkan harga terakhir dan memungkinkan perdagangan terhadap dolar.
 
Pelemahan terbaru dalam yuan telah mendorong beberapa orang untuk mengatakan bahwa Tiongkok membiarkan mata uangnya terdepresiasi -baik secara sengaja atau bersamaan dengan kekuatan pasar- karena perang dagang dengan AS menyentuh aktivitas ekonominya.
 
"Tiongkok pada dasarnya mendevaluasi dengan cara balas dendam terhadap tarif yang dipaksakan AS. Saya pikir itu akhirnya menjadi kontraproduktif," kata Brooks, yang memperkirakan kedua pihak akan berusaha mencari jalan keluar ke depan.
 
Selama kampanyenya untuk Gedung Putih, Donald Trump menyebut Tiongkok sebagai manipulator mata uang sejak hari pertamanya menjadi presiden. Namun retorika itu telah jauh lebih tenang selama kepresidenannya. Akan tetapi, ada tanda-tanda dia sedang menaikkan tensi yang panas lagi di antara hubungan dagang.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif