Bendera AS berkibar di perbatasan AS-Meksiko. (FOTO: AFP)
Bendera AS berkibar di perbatasan AS-Meksiko. (FOTO: AFP)

Ancaman Meksiko Jika AS Tetap Berlakukan Bea Impor

Nia Deviyana • 04 Juni 2019 14:23
Jakarta: Meksiko memberi peringatan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa pengenaan tarif pada barang-barang Meksiko dapat makin memperburuk imigrasi ilegal ke AS, yang pada akhirnya melukai kedua negara.
 
Peringatan itu datang usai Trump berkicau di Twitter, menyebut Meksiko dapat menghentikan imigran dan obat-obatan melintasi perbatasan jika mereka mau. Saat ini pejabat Meksiko dan AS sedang dalam pembicaraan, sementara Trump berada di Inggris.
 
Dilansir BBC, Selasa, 4 Juni 2019, AS berencana mengenakan bea lima persen untuk semua barang Meksiko mulai 10 Juni 2019. Kemudian tarif akan naik sebesar lima persen setiap bulan hingga mencapai 25 persen pada Oktober 2019 jika Meksiko tidak mengambil tindakan untuk menghentikan migran yang datang melintasi perbatasan selatan.

Bagaimana posisi Meksiko dalam hal ini?
 
Berbicara di Washington, Selasa, 4 Juni 2019, para pejabat Meksiko bersikeras bahwa mereka telah bertindak untuk membendung aliran imigran. Banyak dari mereka yang berusaha mencapai AS sehingga mereka dapat mengklaim suaka.
 
Baca juga: AS Berencana Kenakan Tarif 5% untuk Meksiko
 
Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menangani masalah ini, dan memastikan bahwa jika mereka tidak melakukan apa-apa, maka seperempat juta migran akan mencapai AS tahun ini.
 
Sementara itu, menteri pertanian Meksiko mengatakan perkiraan tarif jika dikenakan pada sektor pertanian saja mencapai sekitar USD117 juta per bulan.
 
Lalu, mengapa AS melakukan ini?
 
Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross, yang bertemu dengan Sekretaris Ekonomi Meksiko Graciela Marquez mengatakan bahwa Meksiko perlu meningkatkan upayanya untuk mengatasi imigran ilegal.
 
Meksiko adalah pemasok barang terbesar kedua ke AS tahun lalu, dengan impor berjumlah USD352 miliar, menurut Goldman Sachs.
 
Ancaman tarif Trump datang ketika para pejabat AS juga mendorong usainya Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (NAFTA), serta pembaruan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat-Meksiko.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan