Mengutip CNBC, Sabtu, 1 Juni 2019, penerapan kenaikan itu terjadi meskipun Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer sudah mengirimkan surat kepada para pemimpin kongres guna memulai proses menyetujui pembaruan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Presiden AS Donald Trump pertama kali mengumumkan tarif Meksiko melalui cuitannya Twitter.
Meksiko adalah importir barang terbesar kedua ke Amerika Serikat pada 2018, menurut Kantor Perwakilan Dagang AS. Amerika Serikat mengimpor USD346,5 miliar barang dari Meksiko pada 2018, meningkat 10,3 persen dari tahun sebelumnya, menurut USTR. Impor AS di 2018 menyumbang 13,6 persen.
"Jika krisis migrasi ilegal dikurangi melalui tindakan efektif oleh Meksiko, ini akan ditentukan dalam kebijakan dan penilaian kami sendiri, tarif akan dihapus. Jika krisis berlanjut, bagaimanapun juga, tarif akan dinaikkan menjadi 10 persen pada 1 Juli 2019," kata Gedung Putih.
"Tarif akan dinaikkan menjadi 15 persen pada 1 Agustus 2019, menjadi 20 persen pada 1 September 2019, dan menjadi 25 persen pada 1 Oktober 2019. Tarif secara permanen akan tetap di level 25 persen kecuali Meksiko secara substansial menghentikan aliran imigran ilegal yang datang melalui wilayahnya," tambah Gedung Putih.
Meksiko adalah pemasok asing terbesar produk pertanian ke Amerika Serikat, yang berjumlah hingga USD26 miliar pada tahun lalu, menurut USTR. Kategori teratas di antara impor itu termasuk sayuran segar, buah segar, anggur dan bir, dan makanan olahan.
Menurut salinan surat yang diperoleh CNBC, Lighthizer menyerahkan kepada para pemimpin kongres sebuah rancangan dari apa yang disebut Pernyataan Tindakan Administratif, yang akan memungkinkan administrasi Trump untuk mengirim usulan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada ke Kongres di dalam 30 hari.
Trump telah mengindikasikan ia ingin segera merombak hubungan perdagangan dengan Kanada dan Meksiko, tetapi langkah semacam itu akan membutuhkan persetujuan Kongres dari Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada. Gedung Putih mengatakan ingin meratifikasi kesepakatan pada musim panas ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News