Foto Negara G7. Foto: Shutterstock.
Foto Negara G7. Foto: Shutterstock.

G7 Bakal Kumpul Lagi di Paris, Bahas Harga Minyak & Ancaman Siber Berbasis AI

Arif Wicaksono • 18 Mei 2026 10:36
Ringkasnya gini..
  • Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota G7 dijadwalkan kembali berkumpul di Paris, Prancis, mulai awal pekan ini.
  • Salah satu isu yang paling disorot adalah kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi energi di kawasan Selat Hormuz, setelah meningkatnya tensi di Timur Tengah pasca serangan yang melibatkan United States dan Israel terhadap Iran.
Jakarta: Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota G7 dijadwalkan kembali berkumpul di Paris, Prancis, mulai awal pekan ini. 
 
Pertemuan dua hari tersebut akan membahas sejumlah isu besar yang sedang membayangi perekonomian dan keamanan global, mulai dari tekanan harga energi hingga risiko keamanan digital berbasis kecerdasan buatan.
 
Baca juga:  Apa Itu G7? Kelompok Tujuh Negara Paling Berpengaruh di Dunia     

Perwakilan dari Japan akan hadir melalui Menteri Keuangan Satsuki Katayama serta Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda. Fokus utama forum ini adalah menjaga stabilitas ekonomi dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan percepatan perkembangan teknologi.
 
Salah satu isu yang paling disorot adalah kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi energi di kawasan Selat Hormuz, setelah meningkatnya tensi di Timur Tengah pasca serangan yang melibatkan United States dan Israel terhadap Iran. Situasi tersebut ikut menekan rantai pasok energi global dan memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi di berbagai negara.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga menjadi perhatian serius. Perusahaan AI Anthropic menjadi sorotan setelah model terbarunya, yang dikenal dengan nama “Claude Mythos”, disebut memiliki kemampuan lanjutan dalam menemukan celah keamanan sistem digital.
 
Kemampuan ini dipandang sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi tersebut berpotensi disalahgunakan untuk serangan siber terhadap institusi keuangan dan infrastruktur penting. Namun di sisi lain, banyak perusahaan mulai memanfaatkannya sebagai alat untuk menguji dan memperkuat pertahanan siber mereka sebelum serangan benar-benar terjadi.
 
Selain itu G7 juga diperkirakan akan membahas ketahanan pasokan mineral kritis seperti logam tanah jarang, yang saat ini masih sangat bergantung pada dominasi China. Negara-negara anggota mulai mencari strategi untuk memperkuat rantai pasok alternatif agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber.
 
Forum ini juga tidak lepas dari pembahasan lanjutan terkait konflik Russia dan Ukraine, yang hingga kini masih menjadi faktor utama ketidakpastian geopolitik global.
 
Adapun anggota G7 sendiri terdiri dari United States, United Kingdom, France, Germany, Italy, Japan, dan Canada, dengan Uni Eropa turut berpartisipasi dalam diskusi sebagai anggota non-permanen.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan