Ilustrasi kilang minyak. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi kilang minyak. Foto: Medcom.id.

Serangan Iran Ganggu Produksi Minyak Arab Saudi, Kapasitas Terpangkas

Arif Wicaksono • 10 April 2026 15:08
Ringkasnya gini..
  • Arab Saudi mengungkapkan bahwa serangkaian serangan yang dilancarkan Iran dalam beberapa pekan terakhir telah berdampak langsung terhadap sektor energi nasional.
  • Salah satu infrastruktur vital yang terdampak adalah stasiun pompa pada jalur pipa timur-barat atau Petroline. Serangan di titik ini menyebabkan kapasitas pompa berkurang hingga 700 ribu barel per hari.
Riyadh: Arab Saudi mengungkapkan bahwa serangkaian serangan yang dilancarkan Iran dalam beberapa pekan terakhir telah berdampak langsung terhadap sektor energi nasional, termasuk menurunkan kapasitas produksi minyak.
 
Seorang pejabat Kementerian Energi Arab Saudi  dikutip dari Channel News Asia, menyebutkan, serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas strategis, mulai dari infrastruktur produksi, transportasi, hingga penyulingan minyak dan gas. 
 
Baca juga:  Persiapan Haji 2026, Arab Saudi Terbitkan Aturan Baru Jemaah Umrah, Sanksi Berat Bagi Overstay!

Selain itu, fasilitas petrokimia dan pembangkit listrik di Riyadh, Provinsi Timur, serta kawasan industri Yanbu juga turut menjadi sasaran.
 
Akibat serangan tersebut, satu warga negara Saudi dilaporkan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas utama juga mengalami gangguan operasional.

Salah satu infrastruktur vital yang terdampak adalah stasiun pompa pada jalur pipa timur-barat atau Petroline. Serangan di titik ini menyebabkan kapasitas pompa berkurang hingga 700 ribu barel per hari.
 
Petroline sendiri merupakan jalur distribusi minyak yang sangat krusial bagi Arab Saudi, dengan panjang sekitar 1.200 kilometer yang menghubungkan wilayah Teluk di timur dengan Laut Merah di barat. Pipa ini memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari dan menjadi alternatif utama pengiriman minyak, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
 
Selain itu, fasilitas produksi di Manifa dan Khurais juga terkena dampak serangan, yang secara total memangkas kapasitas produksi minyak Arab Saudi sekitar 600 ribu barel per hari. Secara keseluruhan, produksi minyak negara tersebut saat ini berada sedikit di atas 10 juta barel per hari.
 
Tak hanya sektor hulu, serangan juga menyasar sejumlah kilang minyak utama di Jubail, Ras Tanura, Yanbu, dan Riyadh. Dampaknya, ekspor produk olahan ke pasar global turut terganggu, termasuk fasilitas pengolahan gas yang ikut terdampak.
 
Situasi ini menambah tekanan terhadap pasar energi global, di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan