Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Wall Street Tergelincir, Investor Cerna Komentar Pejabat The Fed

Antara • 15 November 2022 07:57
New York: Indeks-indeks utama Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan sektor real estat dan konsumer non-primer memimpin penurunan luas. Anjloknya indeks Wall Street disebabkan oleh sikap investor yang mencerna komentar dari pejabat Federal Reserve (Fed) AS tentang rencana kenaikan suku bunga dan mencari katalis berikutnya setelah pasar saham reli besar minggu lalu.
 
Melansir Antara, Selasa, 15 November 2022, Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 211,16 poin atau 0,63 persen menjadi 33.536,70. Indeks S&P 500 turun 35,68 poin atau 0,89 persen menjadi 3.957,25. Sementara, Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 127,11 poin atau 1,12 persen menjadi 11.196,22.
 
Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor real estat merosot 2,7 persen, konsumer non-primer tergelincir 1,7 persen dan keuangan turun 1,5 persen.
 
Baca juga: Dolar AS Kembali Tunjukkan Kekuatannya

Pada Senin, 14 November 2022, Wakil Ketua The Fed Lael Brainard mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan akan segera memperlambat kenaikan suku bunganya.
 
Komentarnya memberi sentimen pada ekuitas yang telah berkurang setelah Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan The Fed mungkin mempertimbangkan untuk memperlambat laju kenaikan pada pertemuan berikutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Reli ekuitas besar-besaran akhir pekan lalu dipicu oleh laporan inflasi yang lebih lemah dari perkiraan yang mendorong harapan investor bahwa Fed dapat menarik kembali pengetatan moneternya yang telah menghukum pasar tahun ini.
 
Baca juga: Harga Minyak Dunia Terpangkas Penguatan Dolar dan Kasus Covid Tiongkok 

"Masih ada kepekaan terhadap pembicaraan Fed. Satu sedikit hawkish, satu lagi sedikit dovish," kata Kepala Investasi North Star Investment Management Corp, Eric Kuby.
 
Lebih banyak pejabat The Fed akan berbicara pekan ini bersama dengan sejumlah data, termasuk penjualan ritel dan perumahan, serta laporan keuangan dari pengecer besar.
 
"Masuk akal jika pasar ingin berhenti sejenak dan benar-benar mencoba memahami lintasan (kebijakan Fed) dan apa yang akan menjadi pendorong selanjutnya," kata Kepala Strategi Investasi BMO Wealth Management, Yung-Yu Ma.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif