Wall Street. Foto: Unsplash.
Wall Street. Foto: Unsplash.

Hype AI Masih Panas, RBC Yakin S&P 500 Bisa Terbang ke 7.900

Arif Wicaksono • 08 Mei 2026 16:07
Ringkasnya gini..
  • RBC Capital Markets kembali menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500 menjadi 7.900 poin dari sebelumnya 7.750.
  • Target terbaru itu mencerminkan potensi kenaikan sekitar 7,7 persen dibanding posisi penutupan indeks pada Kamis lalu di level 7.335,66.
Ottawa: RBC Capital Markets kembali menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500 menjadi 7.900 poin dari sebelumnya 7.750. 
 
Optimisme terhadap pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI) serta kuatnya kinerja laba perusahaan menjadi alasan utama di balik revisi tersebut.
 
Baca juga: IHSG Dibuka Naik 0,10% ke Level 7.963   

Target terbaru itu mencerminkan potensi kenaikan sekitar 7,7 persen dibanding posisi penutupan indeks pada Kamis lalu di level 7.335,66.
 
Reli pasar saham Amerika Serikat memang terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir. Sentimen positif terhadap investasi AI dan prospek pertumbuhan laba emiten mendorong minat investor kembali mengalir ke pasar ekuitas. Bahkan, sepanjang bulan lalu, S&P 500 mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak November 2020.

Langkah RBC mengikuti sejumlah institusi keuangan besar di Wall Street seperti J.P. Morgan dan Barclays yang sebelumnya juga menaikkan proyeksi untuk indeks saham AS. Mereka menilai risiko geopolitik mulai mereda, sementara momentum pertumbuhan laba perusahaan masih cukup solid.
 
Dalam laporannya, RBC menyebut revisi positif terhadap proyeksi pendapatan perusahaan terutama datang dari sektor teknologi dan bisnis yang berkaitan dengan AI. Permintaan tinggi terhadap infrastruktur AI juga dinilai terus menopang valuasi saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
 
Selain itu, perusahaan-perusahaan AS dianggap masih mampu bertahan di tengah tingginya biaya operasional dan ketidakpastian geopolitik global. Kondisi tersebut membuat saham growth berkapitalisasi jumbo tetap menjadi motor utama penguatan pasar.
 
RBC juga menilai reli pasar tetap berlangsung meskipun ekonomi global masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari inflasi yang belum sepenuhnya turun, ketidakpastian arah penurunan suku bunga AS, hingga tensi geopolitik yang belum benar-benar reda.
 
Di sisi lain, RBC menurunkan rekomendasi sektor kesehatan AS menjadi “market weight” dari sebelumnya “overweight”. Langkah itu dilakukan karena adanya revisi laba, arus keluar dana investor, serta ketidakpastian kebijakan, meskipun valuasi saham sektor kesehatan masih dinilai menarik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan