The Fed. Foto: Istimewa.
The Fed. Foto: Istimewa.

Jhon Williams Prediksi Kenaikan Suku Bunga The Fed Cukup Sekali di 2026

Arif Wicaksono • 30 September 2026 10:51
Ringkasnya gini..
  • Para pembuat kebijakan Federal Reserve kemungkinan hanya perlu melakukan satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini untuk mengembalikan inflasi ke jalur yang sesuai dengan target 2 persen bank sentral AS.
  • Presiden Fed New York John Williams mengatakan ini merupakan tanggapan yang menepis ekspektasi yang kian meningkat mengenai pengetatan kebijakan yang lebih awal.
Buffalo: Para pembuat kebijakan Federal Reserve kemungkinan hanya perlu melakukan satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini untuk mengembalikan inflasi ke jalur yang sesuai dengan target 2 persen bank sentral AS.

Presiden Fed New York John Williams mengatakan ini merupakan tanggapan yang menepis ekspektasi yang kian meningkat mengenai pengetatan kebijakan yang lebih awal.

"Mengingat langkah kebijakan yang kami ambil pada pertemuan bulan September, tidak ada urgensi (untuk kenaikan suku bunga)," kata Williams di University at Buffalo, Buffalo, New York dikutip dari Channel News Asia. 
 
Williams mengatakan jika perekonomian berkembang secara umum satu penyesuaian kenaikan lagi pada kisaran target federal funds mungkin tepat dilakukan pada akhir tahun ini untuk mendukung kembalinya inflasi ke target secara lebih tepat waktu.

 "itu hanyalah perkiraan saya, dan waktu, serta keseluruhan data, yang akan menjawabnya." tegas dia. 

Pasar keuangan mencermati pesan yang disampaikan secara lugas dan tidak biasa tersebut; para pedagang dengan cepat mengurangi taruhan besar mereka sebelumnya mengenai kenaikan suku bunga bulan Oktober dan kini memperhitungkan kemungkinan hanya satu kali kenaikan suku bunga tahun ini, yang kemungkinan besar akan terjadi pada pertemuan The Fed pertengahan Desember.

Dua minggu lalu, The Fed menaikkan kisaran target suku bunga overnight sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75-4,00 persen, dan sebagian besar pembuat kebijakan The Fed mengisyaratkan bahwa satu kenaikan suku bunga lagi kemungkinan tepat dilakukan tahun ini.

Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh tidak berkomentar mengenai ekspektasinya sendiri terkait arah suku bunga. Dalam beberapa minggu terakhir, para pedagang sempat meningkatkan taruhan bahwa kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama tujuh bulan akan memaksa The Fed untuk kembali bertindak dalam waktu dekat.

Komentar bernada hawkish dari pejabat The Fed turut memperkuat narasi tersebut, termasuk dari Gubernur The Fed Michael Barr. Pada hari Selasa, Barr menegaskan kembali perlunya "penyesuaian kebijakan lebih lanjut" setelah tingginya harga energi dan kuatnya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) membuat laju inflasi menyimpang dari jalur menuju target 2 persen.

Pada hari Selasa, Williams mengisyaratkan para pedagang mungkin bertindak terlalu dini dalam ekspektasi mereka, meskipun ia tetap menekankan pentingnya mengendalikan inflasi. Kepala The Fed New York biasanya bekerja sama erat dengan Ketua The Fed untuk merumuskan arah kebijakan moneter bank sentral, sehingga pernyataannya memiliki bobot khusus.

Inflasi Melonjak 

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa inflasi, berdasarkan ukuran yang menjadi acuan The Fed, naik sebesar 3,7 persen dalam periode 12 bulan hingga Agustus, hampir dua kali lipat dari target The Fed.

"Sangatlah penting bagi kita untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen secara berkelanjutan," ujar Williams. 

 Williams mengatakan ia memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 3,5 persen pada akhir tahun ini seiring meredanya tekanan harga tahun depan, dalam upaya mengembalikan inflasi ke target pada tahun 2028. Yang pasti, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pasar tenaga kerja yang tetap tangguh, tekanan harga menjadi fokus utama kebijakan moneter.
 
"Fakta bahwa tingkat inflasi kita sudah berada di atas target 2 persen selama lima setengah tahun, itu sama saja dengan bermain api.Kita perlu melihat bukti bahwa inflasi mulai turun kembali, bahwa hal-hal yang seharusnya bersifat sementara itu benar-benar menghilang, jika tidak, menurut definisinya, hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang sementara." tegas dia. 

Dalam empat bulan pertamanya sebagai Ketua The Fed, Warsh belum banyak memberikan sinyal mengenai arah suku bunga yang menurutnya tepa.  Ia hanya menyatakan ingin agar pasar keuangan tidak terlalu terpaku pada pernyataan para pejabat bank sentral, melainkan lebih memperhatikan apa yang ditunjukkan oleh data ekonomi mengenai langkah yang mungkin perlu diambil The Fed untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Dalam pidatonya di London, Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan  penting bagi para pejabat bank sentral untuk menyampaikan pandangan mereka kepada publik. 

"Bank sentral yang tidak menjelaskan bagaimana atau mengapa mereka mengambil keputusan kebijakan membiarkan publik menebak-nebak yang berujung pada tambahan premi risiko akibat ketidakpastian dan pada akhirnya menyebabkan suku bunga yang lebih tinggi bagi dunia usaha dan rumah tangga, serta meningkatkan risiko terjadinya spiral inflasi atau bahkan deflasi di mana perilaku publik justru memperkuat tren tersebut," tegas dia. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan