Melansir Xinhua, Kamis, 17 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen sampai 4 persen, di tengah inflasi AS yang masih berada di level tinggi.
Kenaikan ini menjadi yang pertama dilakukan The Fed sejak Juli 2023. Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15-16 September 2026.
Seluruh 12 anggota FOMC yang memiliki hak suara mendukung kenaikan suku bunga tersebut.
"Komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75 hingga empat persen," kata FOMC dalam pernyataannya.
Inflasi AS Masih Jadi Perhatian The Fed
Keputusan menaikkan suku bunga kembali diambil ketika perekonomian AS masih menunjukkan sejumlah tanda ketahanan. The Fed menilai aktivitas ekonomi masih berkembang dalam laju yang solid.Belanja domestik juga disebut tetap tangguh meski ketidakpastian masih tinggi. Di saat yang sama, pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan The Fed dalam melihat perekonomian AS secara keseluruhan.
Di pasar tenaga kerja, The Fed menilai kondisi relatif stabil. Penambahan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sedangkan tingkat pengangguran hanya mengalami sedikit perubahan.
The Fed Kembali Kejar Target Inflasi 2 Persen
Meski ekonomi dan pasar tenaga kerja masih relatif kuat, inflasi menjadi perhatian utama dalam keputusan terbaru The Fed."Inflasi tetap tinggi. Tindakan kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya target dua persen Komite secara lebih tepat waktu. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," papar FOMC.
Dengan kenaikan 25 basis poin tersebut, rentang target suku bunga dana federal kini berada di level 3,75 persen hingga 4,00 persen.
The Fed juga kembali menegaskan kebijakannya untuk mempertahankan cadangan yang cukup dalam sistem perbankan.