| Baca juga: UEA Resmi Keluar dari OPEC Per 1 Mei |
Dikutip dari Antara, OPEC+ menyebutkan bahwa penyesuaian produksi akan ditambah sebesar 188.000 barel per hari. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi penyesuaian bertahap terhadap pemangkasan produksi sukarela yang telah diberlakukan sejak 2023.
Tujuh negara yang terlibat dalam keputusan tersebut adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman. Mereka menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah evaluasi terhadap kondisi dan prospek pasar minyak global yang terus berkembang.
OPEC+ juga menyatakan bahwa penyesuaian produksi ini bersifat fleksibel. Artinya, peningkatan dapat dihentikan, dikurangi, atau bahkan dibalikkan apabila kondisi pasar global mengharuskan adanya perubahan kebijakan.
Selain itu, kelompok tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini juga memberi ruang untuk mempercepat kompensasi atas potensi kelebihan produksi sejak awal 2024. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan di pasar minyak dunia.
Keputusan tersebut merupakan bagian dari lanjutan kebijakan pengurangan produksi sukarela yang pertama kali diumumkan pada April 2023. Sejak saat itu, negara-negara anggota secara bertahap menyesuaikan tingkat produksi mereka untuk menjaga stabilitas harga.
OPEC+ menegaskan kembali komitmennya terhadap stabilitas pasar energi global, sekaligus memastikan kepatuhan penuh terhadap kesepakatan produksi yang telah disepakati sebelumnya. Pemantauan implementasi kebijakan ini akan dilakukan melalui Komite Pemantau Menteri Bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News