Bendera UEA. Foto: Unplash/Saj Shafique
Bendera UEA. Foto: Unplash/Saj Shafique

UEA Resmi Keluar dari OPEC Per 1 Mei

Annisa ayu artanti • 29 April 2026 14:41
Ringkasnya gini..
  • UEA resmi keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026.
  • Keputusan diambil demi fleksibilitas strategi energi nasional.
  • Langkah ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasar minyak global.
Dubai: Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa, 28 April 2026 mengumumkan keluar dari OPEC dan OPEC+. 
 
Keputusan ini menjadi pukulan berat bagi kelompok pengekspor minyak dan pemimpin de facto mereka, Arab Saudi, pada saat perang Iran telah menyebabkan guncangan energi bersejarah dan mengganggu perekonomian global.
 
Negara tersebut mengatakan akan meninggalkan organisasi tersebut efektif mulai 1 Mei.

Dampak ke OPEC dan pasar minyak

Kehilangan UEA, anggota OPEC yang telah lama bergabung, dapat menciptakan kekacauan dan melemahkan kelompok tersebut. 

Menteri Energi UEA Suhail Mohamed al-Mazrouei mengatakan kepada Reuters bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dengan cermat strategi energi negara-negara adidaya di kawasan tersebut.
 
Ketika ditanya apakah UEA berkonsultasi dengan Arab Saudi, ia mengatakan UEA tidak membahas masalah ini dengan negara lain.
 
“Ini adalah keputusan kebijakan, yang telah diambil setelah mempertimbangkan dengan cermat kebijakan saat ini dan masa depan terkait tingkat produksi,” kata menteri energi dilansir Channel News Asia, Rabu, 29 April 2026.
 
Mazrouei mengatakan bahwa menjadi negara tanpa kewajiban di bawah kelompok produsen minyak akan memberikan fleksibilitas kepada UEA.
 
Baca juga: Harga Minyak Tembus USD100/Barel Usai Diplomasi AS–Iran Buntu

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut akan memungkinkan negara untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kebutuhan dunia di masa depan terkait produk minyak mentah dan petrokimia, serta gas.
 
“Kami mengambil keputusan ini pada saat konsumen membutuhkan perhatian kami. Kami menghadapi masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika cadangan strategis produk minyak mentah terkuras hingga tingkat yang menakutkan,” katanya.
 
Ia juga menambahkan bahwa Abu Dhabi National Oil Company, perusahaan minyak milik negara, bukan hanya produsen lokal.
 
“Kami adalah pemain internasional yang memproduksi di seluruh rantai nilai dari berbagai belahan dunia,” ucapnya sambil menambahkan bahwa UEA mengharapkan dunia akan menuntut dan membutuhkan lebih banyak energi di masa depan.

Ketegangan geopolitik jadi faktor

Para produsen Teluk OPEC telah berjuang untuk mengirimkan ekspor melalui Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Oman yang biasanya dilewati seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, karena ancaman dan serangan Iran terhadap kapal.
 
Mazrouei mengatakan langkah tersebut tidak akan berdampak besar pada pasar karena situasi di selat tersebut.
 
Namun, keluarnya UEA dari OPEC merupakan kemenangan besar bagi Presiden AS Donald Trump, yang telah menuduh organisasi tersebut merampok seluruh dunia dengan menaikkan harga minyak.
 
Trump juga mengaitkan dukungan militer AS untuk negara-negara Teluk dengan harga minyak, dengan mengatakan bahwa sementara AS membela anggota OPEC, mereka memanfaatkan ini dengan memberlakukan harga minyak yang tinggi.
 
Langkah ini terjadi setelah UEA, pusat bisnis regional dan salah satu sekutu terpenting Washington, mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak cukup melindungi mereka dari berbagai serangan Iran selama perang.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan