Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Gara-gara Gangguan Pasokan, Harga Minyak Dunia Anjlok 2%

Antara • 13 Agustus 2022 10:09
Jakarta: Harga minyak anjlok sekitar dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) di tengah ekspektasi gangguan pasokan di Teluk Meksiko AS yang bersifat jangka pendek, sementara kekhawatiran resesi mengaburkan prospek permintaan.
 
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot USD1,45 atau 1,5 persen menjadi USD98,15 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September terpangkas USD2,25 atau 2,4 persen menjadi USD92,09 per barel.
 
Untuk minggu ini, harga brent naik 3,4 persen setelah jatuh 14 persen minggu lalu di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi dan suku bunga akan memukul pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Sementara itu WTI naik 3,5 persen.
 
Kedua kontrak naik lebih dari 2,0 persen pada Kamis, 11 Agustus 2022. "Kami mundur sedikit setelah kenaikan besar kemarin, kata analis di grup Price Futures Phil Flynn.
 
Para awak diperkirakan akan mengganti bagian pipa minyak yang rusak pada akhir Jumat, 12 Agustus 2022, kata seorang pejabat Pelabuhan Louisiana, yang memungkinkan dimulainya kembali produksi di tujuh anjungan minyak lepas pantai Teluk Meksiko AS.
 
Pada Kamis, 11 Agustus 2022, produsen minyak utama Teluk Meksiko AS Shell mengatakan pihaknya menghentikan produksi di tiga anjungan laut dalam di wilayah tersebut. Ketiga anjungan tersebut dirancang untuk menghasilkan gabungan hingga 410 ribu barel minyak per hari.
 
Pipa Amberjack, salah satu dari dua yang dihentikan karena kebocoran, telah dimulai kembali dengan kapasitas yang berkurang, kata juru bicara Shell Cindy Babski. Pipa Mars tetap offline tetapi diperkirakan akan kembali beroperasi pada Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Pasar juga menyerap pandangan permintaan yang kontras dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA).
 
"Kami melihat perlambatan ekonomi, tetapi tidak jelas apakah itu perlambatan sebesar yang diprediksi oleh beberapa pandangan baru-baru ini. Permintaan akan pasang surut, tetapi pasikan masih menjadi perhatian utama," kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen.
 
Baca juga: OPEC Pangkas Proyeksi Ekonomi Global dan Permintaan Minyak Tahun Ini

 
Sanksi Eropa terhadap minyak Rusia akan diperketat akhir tahun ini sementara pelepasan energi terkoordinasi selama enam bulan yang disepakati oleh Amerika Serikat dan negara maju lainnya akan berjalan pada akhir tahun.
 
Pada Kamis, 11 Agustus 2022, OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2022 sebesar 206 ribu barel per hari (bph). Sekarang memperkirakan permintaan meningkat sebesar 3,1 juta barel per hari tahun ini.
 
Sementara itu, IEA menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaannya menjadi 2,1 juta barel per hari, dengan alasan peralihan gas ke minyak di pembangkit listrik.
 
IEA juga menaikkan prospek pasokan minyak Rusia sebesar 500 ribu barel per hari untuk paruh kedua 2022 tetapi mengatakan OPEC akan berjuang untuk meningkatkan produksi.
 
Di Amerika Serikat, harga impor turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada Juli, dibantu oleh dolar yang kuat dan biaya bahan bakar dan non-bahan bakar yang lebih rendah. Sementara prospek inflasi satu tahun konsumen surut pada Agustus, tanda-tanda terbaru tekanan harga mungkin telah mencapai puncaknya.
 
Rig minyak AS naik tiga menjadi 601 minggu ini, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co. Jumlah rig, indikator produksi di masa depan, tumbuh lambat dengan produksi minyak yang hanya terlihat pulih ke tingkat prapandemi tahun depan.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif