Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: AFP.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: AFP.

Di Balik Panasnya Selat Hormuz Donald Trump Lihat Peluang Deal dengan Iran

Arif Wicaksono • 05 Mei 2026 10:01
Ringkasnya gini..
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran menunjukkan sikap lebih terbuka untuk bernegosiasi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
  • Donald Trump mengatakan perubahan sikap tersebut terjadi seiring langkah militer Amerika Serikat yang memperketat kehadiran angkatan laut di jalur strategis tersebut.
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran menunjukkan sikap lebih terbuka untuk bernegosiasi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
 
Donald Trump mengatakan perubahan sikap tersebut terjadi seiring langkah militer Amerika Serikat yang memperketat kehadiran angkatan laut di jalur strategis tersebut. Meski demikian, ia juga melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
 
Baca juga:  Masih tak Bisa Menerima, Donald Trump Tolak Usulan Damai Terbaru dari Iran        

"Persiapan Amerika sedang berlangsung, semuanya sudah siap. Kita bisa menggunakan semuanya!" ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News dikutip dari Antara
 
Ia menegaskan akan ada konsekuensi serius jika Iran mencoba menyerang kapal-kapal Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di
dunia.

Sebelumnya, pada Ahad malam, Donald Trump mengumumkan operasi bertajuk Project Freedom. Operasi ini bertujuan membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan konflik agar dapat keluar dengan aman.
 
Di sisi lain, media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan militer Iran telah menggagalkan upaya masuk kapal-kapal AS ke Selat Hormuz. Laporan tersebut menyebutkan Iran menembakkan dua rudal ke arah kapal perang Amerika.
 
Namun klaim itu langsung dibantah oleh United States Central Command. Komando militer AS tersebut memastikan tidak ada serangan yang mengenai kapal mereka.
 
CENTCOM juga mengonfirmasi bahwa operasi Project Freedom telah dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah. Dukungan militer dalam operasi ini mencakup pengerahan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta sekitar 15.000 personel militer.
 
Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian global, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur utama distribusi minyak dunia yang sangat krusial bagi stabilitas energi internasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan