| Baca juga: Donald Trump Harap Raja Charles III Siap Backup AS Lawan Iran |
“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan dikutip dari Antara.
Pemimpin AS itu menambahkan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Israel disebut berjalan dengan sangat baik.
Al Jazeera melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa Iran telah mengajukan rencana tiga tahap kepada AS untuk mencapai perdamaian jangka panjang, yang mencakup penghentian pengayaan uranium hingga 15 tahun.
Tahap pertama dalam rencana tersebut mencakup penghentian total permusuhan antara AS dan Iran dalam waktu 30 hari, penerapan gencatan senjata di seluruh kawasan, serta kesepakatan non-agresi antara kedua negara yang juga melibatkan sekutu Iran di kawasan dan Israel.
Selain itu, direncanakan pembentukan mekanisme pemantauan internasional untuk mengawasi kemungkinan pelanggaran gencatan senjata.
Tahap kedua mencakup pembekuan kegiatan pengayaan uranium hingga 15 tahun, yang kemudian diikuti dengan pembatasan tingkat pengayaan hingga 3,6 persen sesuai dengan prinsip penyimpanan nol (zero storage).
Tahap ketiga, yang bersifat jangka panjang, mencakup dimulainya dialog strategis Iran dengan negara-negara Arab dan negara tetangga di kawasan guna membentuk sistem keamanan bersama.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei menambahkan bahwa program nuklir Iran bukan menjadi topik dalam negosiasi antara Teheran dan Washington, karena seluruh pembahasan difokuskan secara eksklusif pada upaya mengakhiri konflik militer antara kedua negara.
Adapun pada Sabtu 2, Mei 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa Teheran telah menyerahkan rencana untuk mengakhiri konflik Iran-AS kepada Pakistan, yang berperan sebagai mediator antara kedua negara.
Rencana perdamaian Teheran tersebut dilaporkan terdiri dari 14 poin dan mencakup kompensasi bagi Iran, serta pembentukan mekanisme baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News