Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Wall Street Cetak Untung Besar, Dow Jones Melonjak 823 Poin

Antara • 25 Juni 2022 07:05
New York: Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), dalam sebuah reli luas. Hal itu terjadi karena tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga komoditas baru-baru ini mengurangi ekspektasi untuk rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 25 Juni 2022, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 823,32 poin atau 2,68 persen, menjadi menetap di 31.500,68 poin. Indeks S&P 500 bertambah 116,01 poin atau 3,06 persen, menjadi berakhir di 3.911,74 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melambung 375,43 poin atau 3,34 persen, menjadi 11.607,62 poin.
 
Indeks S&P 500 naik lebih dari tiga persen untuk kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Mei 2020. Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor material dan jasa komunikasi masing-masing terangkat 3,98 persen dan 3,94 persen, memimpin kenaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk minggu ini, indeks S&P 500 melonjak 6,4 persen, indeks Dow bertambah 5,4 persen, dan indeks Nasdaq melambung 7,5 persen. Saham-saham bangkit minggu ini karena pasar keuangan telah bergolak atas kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga cepat oleh Fed untuk mengendalikan inflasi tinggi 40 tahun dapat menyebabkan resesi.
 
Baca: Pertamina Tutup SPBU di Serang Selama 6 Bulan Akibat Curang

Namun, investor telah mengukur kapan pasar mungkin mencapai titik terendahnya setelah indeks acuan S&P 500 awal bulan ini mencatat penurunan 20 persen dari puncak penutupan Januari, mengkonfirmasi definisi umum dari pasar bearish.
 
"Beberapa pergerakan, penjual hanya kelelahan sehingga Anda tidak memiliki banyak modal untuk keluar. Ini mungkin sedikit reli bantuan," kata Kepala Strategi Perdagangan TD Ameritrade Shawn Cruz.
 
"Tapi saya pikir saya tidak akan mendorong siapa pun untuk mulai masuk dengan kedua tangan saat ini, karena kami telah melihat ini berulang kali di mana hal-hal ini dapat membalikkan diri dengan cukup cepat," tambahnya.
 
Volume transaksi melonjak menjelang akhir sesi karena penutupan perdagangan menandai selesainya pemulihan indeks FTSE Russell yang dilacak oleh triliunan dolar dana investor. Sentimen konsumen AS jatuh ke rekor terendah pada Juni, tetapi warga Amerika melihat sedikit peningkatan dalam prospek inflasi. Sedangkan aktivitas bisnis AS melambat pada Juni.
 
Membantu meredakan kekhawatiran inflasi adalah penurunan tajam harga-harga komoditas minggu ini. Indeks Refinitiv/CoreCommodity, yang mengukur harga-harga energi, pertanian, logam dan komoditas lainnya, turun ke level terendah sekitar dua bulan setelah mencapai puncak multi-tahun pada awal Juni.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif