Ilustrasi. FOTO: dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: dok MI/PANCA SYURKANI

Pertamina Tutup SPBU di Serang Selama 6 Bulan Akibat Curang

Annisa ayu artanti • 25 Juni 2022 06:39
Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Subholding Regional Jawa Bagian Barat memberikan sanksi penutupan SPBU selama enam bulan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang.
 
Area Manager Communication Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengungkapkan sanksi tersebut diberikan karena ditemukan adanya kegiatan penjualan BBM dengan cara memodifikasi mesin dispenser menggunakan alat berupa remote control. Ia menegaskan  Pertamina tidak akan menolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan kecurangan.
 
Kecurangan itu seperti mengatur takaran dengan alat modif remote control yang sangat merugikan masyarakat. Karenanya sanksi yang diberikan pun tidak segan-segan yakni berupa penutupan SPBU selama enam bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengapresiasi serta mendukung penuh tim Polda Banten yang telah melakukan penindakan terhadap kejadian ini, sehingga BBM khususnya subsidi bisa tersalurkan dengan baik dan semestinya kepada masyarakat yang berhak," kata Eko, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juni 2022.
 
Eko menjelaskan, selama ini kegiatan penjualan BBM berjenis pertalite, pertamax, pertamina dex, dexlite, dan solar SPBU 3442117 di Kibin ,Kabupaten Serang dilakukan oleh petugas SPBU dengan cara melakukan pengaturan pada mesin dispenser yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan alat berupa remote control.
 
Menurutnya, langkah kepolisian sebagai pihak yang berwenang menindak oknum pelaku kecurangan ini telah tepat. Pertamina Patra Niaga selaku operator yang ditugaskan negara dalam mendistribusikan BBM bersubsidi mendukung sepenuhnya upaya kepolisian dalam mengawal dan mengawasi jalannya pendistribusian BBM bersubsidi ini.
 
"Pertamina senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi, serta apabila menemukan indikasi kecurangan dapat melaporkan kepada aparat kepolisian maupun Pertamina Call Center 135," pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif