Tiongkok sedang menuju pemulihan dari krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Foto: AFP
Tiongkok sedang menuju pemulihan dari krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Foto: AFP

Pertumbuhan PDB Tiongkok Diperkirakan Positif di Akhir 2020

Nia Deviyana • 22 September 2020 11:16
Beijing: Ekonom Inggris Jim O'Neill mengatakan Tiongkok sedang menuju pemulihan dari krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 dan akan terus menjadi pendorong terpenting untuk PDB global.
 
O’Neill, mantan kepala ekonom di Goldman Sachs mengatakan hal ini merujuk pada data belanja konsumen Tiongkok terbaru sebagai tanda pemulihan di Negeri Tirai Bambu itu. Penjualan ritel untuk Agustus di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu naik 0,5 persen dari tahun lalu, menjadi laporan positif pertama untuk 2020 sejauh ini.
 
"Saya menduga pertumbuhan PDB Tiongkok sebenarnya dapat berakhir positif di 2020," kata O’Neill dilansir dari CNBC International, Selasa, 22 September 2020.

"Pada akhir 2021, pertumbuhan PDB Tiongkok bahkan mungkin bisa menutup tren kerugian," ucapnya.
 
Asian Development Bank atau Bank Pembangunan Asia juga memperkirakan ekonomi Tiongkok akan berjalan jauh lebih baik daripada negara lain di dunia tahun ini.
 
Adapun Tiongkok melaporkan PDB-nya tumbuh 3,2 persen pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Angka itu mengalahkan ekspektasi analis dan mencatatkan rebound dari kontraksi kuartal pertama.
 
Virus covid-19 pertama kali dilaporkan di provinsi Hubei Tiongkok akhir tahun lalu, namun tindakan penguncian yang ketat telah membuat jumlah infeksi di negara itu berada di bawah 100 ribu, menurut data Universitas Johns Hopkins.
 

 
Selama masa jabatan O’Neill di Goldman, dia membuat istilah BRICS yang mengacu pada ekonomi Brasil, Rusia, India, Cina, dan South Africa (Afrika Selatan).  Dalam sebuah laporan, O’Neill memperkirakan empat negara tersebut akan memberi pengaruh penting bagi ekonomi global dalam beberapa dekade mendatang.
 
Sementara Tiongkok dan India telah tumbuh secara eksponensial, Rusia dan Brasil tengah berjuang keras untuk mempengaruhi ekonomi dunia, terutama setelah krisis keuangan global. Banyak investor telah beralih dari Brasil dan Rusia ke pasar negara berkembang lainnya.  
 
Pada pandemi, yang kini telah menginfeksi lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia, India, Brasil, dan Rusia tetap menjadi negara yang paling terpengaruh setelah Amerika Serikat. Pada kuartal April hingga Juni, masing-masing ekonomi menyusut drastis karena covid-19, India terkontraksi 23,9 persen karena kebijakan penguncian yang panjang, Rusia turun 8,5 persen, dan Brasil turun 9,7 persen.
 
O’Neill menganalisis India, Brasil, dan Rusia akan sangat tertinggal dalam proses pemulihan ekonomi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan