Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Wall Street Tak Bernyali Menghijau Akibat Ancaman Resesi

Angga Bratadharma • 29 Juni 2022 06:14
New York: Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), dalam aksi jual luas. Pelemahan terjadi karena data kepercayaan konsumen yang mengerikan mengurangi optimisme investor dan memicu kekhawatiran atas resesi menjelang musim laporan keuangan perusahaan.
 
Mengutip Antara, Rabu, 29 Juni 2022, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 491,27 poin atau 1,56 persen menjadi 30.946,9. Indeks S&P 500 kehilangan 78,56 poin atau 2,01 persen, menjadi 3.821,55. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 343,01 poin atau 2,98 persen, menjadi 11.181,54.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing tergelincir 4,03 persen dan 3,01 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,7 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasar baik-baik saja hari ini sampai angka kepercayaan konsumen keluar. Itu lemah dan pasar segera mulai menjual," kata Presiden Chase Investment Counsel Peter Tuz, di Charlottesville, Virginia.
 
Dengan akhir bulan dan kuartal kedua dua hari lagi, indeks acuan S&P 500 berada di jalur untuk penurunan persentase paruh pertama terbesar sejak 1970. Ketiga indeks berada di jalur untuk mencatat dua penurunan kuartalan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2015.
Baca: Rupiah Berpeluang Menguat Meski Dibayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi

"Pada titik tertentu penjualan agresif ini akan menghilang tetapi sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat," kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder Tim Ghriskey, di New York.
 
Data menunjukkan indeks kepercayaan konsumen dari The Conference Board turun ke level terendah sejak Februari 2021, dengan ekspektasi jangka pendek mencapai level paling pesimistis dalam hampir satu dekade. Kesenjangan semakin besar antara komponen situasi saat ini dan ekspektasi Conference Board yang melebar ke tingkat yang sering mendahului resesi.

Sedikit katalis pasar

Ahli Strategi Investasi Nasional US Bank Wealth Management Tom Hainlin mengatakan dengan sedikit katalis pasar dan pelaku pasar bersiap untuk liburan akhir pekan keempat Juli, aksi jual hari itu tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada laporan kepercayaan konsumen.
 
"Sulit untuk menghubungkan (volatilitas pasar) ke satu titik data ekonomi dengan begitu banyak kebisingan di sekitar penyeimbangan kembali portofolio pada akhir kuartal," kata Hainlin.
 
"Tidak banyak informasi baru di luar sana, namun Anda melihat lingkungan saham yang bergejolak ini," katanya, seraya menambahkan tidak akan ada banyak informasi baru sampai perusahaan mulai menyampaikan (laporan) laba.
 
Dengan beberapa minggu lagi hingga pelaporan kuartal kedua dimulai, 130 perusahaan S&P 500 telah menyampaikan pra-pengumuman. Dari mereka, 45 positif dan 77 negatif, menghasilkan rasio negatif/positif 1,7 lebih kuat dari kuartal pertama tetapi lebih lemah dari tahun lalu, menurut data Refinitiv.
 
Nike Inc anjlok 7,0 persen menyusul proyeksi pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan. Saham Occidental Petroleum Corp terangkat 4,8 persen setelah Berkshire Hathaway Inc dari Warren Buffett meningkatkan kepemilikannya di perusahaan tersebut.
 
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,54 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,99 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif