Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Berpeluang Menguat Meski Dibayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi

Antara • 28 Juni 2022 11:26
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpeluang menguat meski dibayangi kekhawatiran inflasi dan resesi global. Rupiah pagi ini masih bergerak melemah 33 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.830 per USD ketimbang posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.797 per USD.
 
"Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS karena sentimen positif terhadap aset berisiko pagi ini di pasar Asia," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Ariston menyampaikan indeks saham Asia bergerak positif pagi ini, sama seperti pada awal pekan kemarin. Optimisme pasar terhadap aset berisiko tersebut, lanjut Ariston, bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pergerakan dolar AS juga secara umum bergerak stabil dan sedikit tertekan terhadap nilai tukar utama dunia," ujar Ariston.
Baca: Begini Cara Beli Minyak Goreng Curah di Aplikasi PeduliLindungi

Meskipun demikian, rupiah juga masih rentan melemah karena faktor-faktor yang melemahkan seperti sentimen kenaikan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (Fed), kekhawatiran inflasi, dan resesi belum hilang.
 
"Indonesia dihadapkan oleh kenaikan harga-harga pangan yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi," kata Ariston.
 
Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat ke arah Rp14.770 per USD dengan potensi pelemahan di level Rp14.830 per USD. Pada Senin, 27 Juni, rupiah ditutup menguat 51 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.797 per USD dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.848 per USD.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif