Ilustrasi, kilang minyak. Foto: AFP.
Ilustrasi, kilang minyak. Foto: AFP.

Harga Minyak Melejit 2,8% Imbas Mengetatnya Pasokan

Antara • 01 Desember 2022 06:59
New York: Harga minyak naik lebih dari USD2 per barel pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) di tengah tanda-tanda pasokan yang lebih ketat, dolar AS yang lebih lemah, hingga optimisme atas pemulihan permintaan di Tiongkok sebagai konsumen minyak mentah terbesar dunia.
 
Dikutip dari Antara, Kamis, 1 Desember 2022, minyak mentah berjangka Brent ditutup melonjak USD2,40 atau 2,8 persen menjadi USD85,43 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat USD2,35 atau 3,01 persen menjadi USD80,55 per barel.
 
Dukungan mengikuti ekspektasi pasokan minyak mentah yang lebih ketat. Namun, keuntungan dibatasi keputusan OPEC+ untuk mengadakan pertemuan virtual pada 4 Desember yang menandakan sedikit kemungkinan perubahan kebijakan.
 
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan, persediaan minyak mentah AS anjlok hampir 13 juta barel, terbesar sejak 2019, dalam pekan yang berakhir 25 November. Tetapi permintaan minyak pemanas turun untuk minggu kedua berturut-turut menjelang musim dingin, membatasi dukungan harga.
 
"Menjalankan semua minyak mentah itu melalui kilang, Anda akan memproses banyak distilasi. Ada alasan untuk khawatir di sini," kata direktur energi berjangka di Mizuho, Bob Yawger.
 
Baca juga: Harga Minyak Dunia Nyungsep 2% Gara-gara Kekhawatiran Permintaan

 
Demikian pula produksi minyak AS yang mengalami kenaikan 2,4 persen menjadi 12,27 juta barel per hari (bph) pada September, angka pemerintah menunjukkan pada Rabu, 30 November 2022, menjadi yang tertinggi sejak awal pandemi covid-19.
 
Badan Energi Internasional memperkirakan produksi minyak mentah Rusia akan dibatasi sekitar dua juta barel minyak per hari pada akhir kuartal pertama tahun depan, kata ketua Fatih Birol kepada Reuters.
 
Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang memberlakukan batasan harga, kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova. Di sisi permintaan, dukungan lebih lanjut datang dari optimisme pemulihan permintaan di Tiongkok, pembeli minyak mentah terbesar di dunia.
 
Tiongkok melaporkan lebih sedikit infeksi covid-19 pada Selasa, 29 November 2022, sementara pasar berspekulasi protes akhir pekan dapat mendorong pelonggaran pembatasan perjalanan. Guangzhou, kota selatan, melonggarkan aturan pencegahan covid-19 di beberapa distrik.
 
Penurunan dolar AS juga mendukung harga minyak. Greenback yang lebih lemah membuat kontrak minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dan meningkatkan permintaan.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif