Inflasi. Foto: Unsplash.
Inflasi. Foto: Unsplash.

Konsumen Zona Euro Khawatir Inflasi Tetap Tinggi Setelah Harga Minyak Melonjak

Arif Wicaksono • 03 Juni 2026 13:52
Frankfurt: Masyarakat di kawasan zona euro memperkirakan tekanan inflasi masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan setelah kenaikan tajam harga minyak dan energi yang dipicu oleh konflik di Iran.
 
Kondisi tersebut tercermin dalam hasil survei terbaru yang dirilis oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Berdasarkan Survei Ekspektasi Konsumen ECB, persepsi masyarakat terhadap inflasi selama 12 bulan terakhir meningkat pada April. Tingkat inflasi yang dirasakan konsumen tercatat mencapai median 4,0 persen, naik dibandingkan 3,5 persen pada Maret.
 
Baca juga: Tren Stagflasi Bayangi Kebijakan Moneter Eropa 

Untuk periode 12 bulan mendatang, responden juga memperkirakan inflasi tetap berada di level 4,0 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah tangga di zona euro masih melihat risiko kenaikan harga sebagai tantangan yang belum mereda.
 
ECB mencatat ketidakpastian terkait prospek inflasi jangka pendek masih cukup tinggi. Lonjakan harga energi sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi persepsi masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung melalui kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara anggota zona euro.

Di sisi lain, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi juga mulai melemah. Ekspektasi pertumbuhan pendapatan nominal selama setahun ke depan turun menjadi 0,8 persen pada April, lebih rendah dibandingkan 1,2 persen pada bulan sebelumnya.
 
Pandangan terhadap prospek ekonomi kawasan juga memburuk. Konsumen memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap berada di wilayah negatif, dengan ekspektasi turun menjadi minus 2,2 persen dari sebelumnya minus 2,1 persen.
 
Kenaikan harga minyak yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir turut mendorong inflasi tahunan zona euro mencapai 3,0 persen pada April. Angka tersebut masih berada di atas target inflasi yang ditetapkan ECB.
 
Situasi ini memicu spekulasi di pasar keuangan bahwa ECB berpotensi mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya guna meredam tekanan inflasi yang kembali menguat.
 
Sebagai informasi, Survei Ekspektasi Konsumen ECB dilakukan setiap bulan secara daring dan melibatkan sekitar 19.000 responden dari 11 negara anggota zona euro. Hasil survei ini menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk memantau persepsi masyarakat terhadap perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi di kawasan tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan