Efishery. Foto: Istimewa.
Efishery. Foto: Istimewa.

PM Malaysia Sesalkan "Penipuan Terencana" di eFishery

Arif Wicaksono • 18 Juli 2026 14:41
Kuala Lumpur: Pengelola dana pensiun Malaysia atau Retirement Fund Inc (KWAP) tertipu untuk menginvestasikan hampir RM200 juta di eFishery sebagai akibat dari “penipuan terencana” yang dilakukan oleh perusahaan rintisan agritech Indonesia.
 
Menurut Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim [enipuan tersebut terjadi dalam bentuk manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan rintisan, yang juga menjadi korban investor institusi internasional lainnya. 
 
Baca juga: Kasus eFishery: Vonis hingga Kronologi Manipulasi Keuangan Startup

"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar dikutip dari The Edge Malaysia. 
 
Pada saat yang sama, konsorsium investor termasuk KWAP juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan seluruh informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi. 

Ia menggarisbawahi bahwa beberapa institusi investor internasional terkemuka dan dana teknologi juga berinvestasi di eFishery. Ini termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund dan Northstar.
 
“Padahal, investasi eFishery tersebut merupakan penipuan terencana, dan terdapat manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen eFishery,” ujarnya.
 
Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan telah memperoleh US$200 juta dari putaran Pendanaan Seri D. Dari jumlah ini, US$47,7 juta (RM194,35 juta) berasal dari KWAP.
 
Anwar menanggapi anggota Parlemen Subang Wong Chen yang menanyakan tindakan akuntabilitas apa yang telah atau akan diambil terhadap dewan, panel investasi, dan manajemen senior KWAP atas persetujuan dan pengawasan investasi tersebut.
 
Anwar mengatakan, konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai upaya hukum dan upaya pengembalian dana tersebut. Ia menambahkan, KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan dan pengawasan investasi, dan temuannya disampaikan kepada dewan KWAP untuk diteliti dan dipertimbangkan.
 
“Setelah musyawarah tersebut, telah diambil tindakan tindak lanjut sesuai dengan kerangka tata kelola kelembagaan dan prinsip akuntabilitas,” ujarnya.
 
“KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun PNS secara transparan, beretika, dan akuntabel. Perbaikan telah diterapkan untuk memperkuat pengamanan investasi masa depan,” tambahnya.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan