Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Impor Batu Bara Tiongkok dari Rusia Meroket di Agustus, Indonesia Juga?

Angga Bratadharma • 26 September 2022 13:25
Singapura: Impor batu bara Tiongkok dari Rusia melonjak pada Agustus dan melebihi level bulan lalu serta mencapai level tertinggi setidaknya dalam lima tahun. Hal tersebut karena utilitas listrik di konsumen batu bara terbesar dunia itu mencari pasokan luar negeri untuk memenuhi permintaan yang melonjak pada cuaca panas yang ekstrem.
 
"Kedatangan batu bara Rusia bulan lalu mencapai 8,54 juta ton, naik dari puncak sebelumnya 7,42 juta ton pada Juli dan 57 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ungkap data Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 26 September 2022.
 
Angka bulanan tersebut merupakan yang tertinggi sejak statistik pembanding dimulai pada 2017. Impor dari Rusia telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena Eropa menangguhkan pembelian dari negara itu setelah mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina, memaksa batu bara Rusia diperdagangkan dengan diskon besar-besaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga naik karena Tiongkok dan India meningkatkan pembelian, kata para pedagang, tetapi masih lebih murah daripada batu bara domestik dengan kualitas yang sama. Batu bara termal Rusia pada 5.500 kkal berdasarkan pengiriman ke Tiongkok dinilai sekitar 155 dolar Singapura per ton pada akhir Agustus, naik dari sekitar 150 dolar Singapura per ton sebulan sebelumnya.
Baca: Kalau Serius Ubah Kompor Gas ke Listrik, Pemerintah Juga Harus Siapkan Pasokannya..

Ketika kekeringan parah dan gelombang panas melanda Tiongkok barat dan selatan mulai akhir Juli, pembangkit listrik tenaga batu bara meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan AC dan kesenjangan pasokan dari pembangkit listrik tenaga air.
 
Mereka juga meningkatkan pembelian batu bara termal berkualitas lebih tinggi, seperti batu bara Rusia, untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik. Sedangkan Tiongkok membawa 15,82 juta ton bahan bakar kotor dari pemasok utamanya Indonesia pada Agustus, 35 persen lebih tinggi dari Juli, data menunjukkan.
 
Tapi itu masih lebih rendah dari 17,3 juta ton impor pada Agustus tahun lalu. Peningkatan pembelian batu bara Indonesia terjadi karena harga yang menggiurkan mendorong perusahaan utilitas untuk memesan lebih banyak. Pada Agustus, batu bara termal Indonesia 3.800 kkal lebih murah sekitar 170 yuan per ton daripada batu bara Tiongkok dengan kualitas yang sama.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif