Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Medcom.id
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Medcom.id

Ini yang Dilakukan Menteri Pembangunan Negara G20 Usai Tuai Kesepakatan di DMM

Ade Hapsari Lestarini • 08 September 2022 23:06
Belitung: Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan menteri negara pembangunan negara G20 akan menindaklanjuti komitmen di G20 Development Ministerial Meeting (G20 DMM) menjadi aksi dan implementasi konkret.
 
"Para Menteri Pembangunan Negara G20 akan bermitra dengan negara-negara berkembang, organisasi internasional, Bank Pembangunan Multilateral, dan para pemangku kepentingan lainnya yang relevan untuk mempromosikan kerja sama pembangunan internasional melalui berbagai jalur," ungkap Suharso, saat konferensi pers G20 Development Ministerial Meeting, di Sheraton Belitung, Kamis, 8 September 2022.
 
Aksi dan implementasi ini di antaranya melalui riset kebijakan, platform dialog, Kerja Sama Utara-Selatan, dan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular, pembelajaran bersama atau peer-learning, pertukaran pengetahuan, pertukaran praktik baik antarnegara, dan program-program peningkatan kapasitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagai salah satu kontribusi konkret, Pemerintah Indonesia juga menginisiasi pembentukan Global Blended Finance Alliance. Pada sesi kedua, kami menegaskan kembali dukungan terhadap pembaruan multilateralisme (reinvigorating multilateralism) untuk memastikan capaian SDGs secara tepat waktu," kata Suharso.
 
Dia mengatakan, seluruh menteri pembangunan G20 menyepakati terdapat kemunduran dalam pertumbuhan ekonomi dan pencapaian SDGs, karena tantangan pembangunan yang sedang berlangsung.
 
Baca juga: 2 Kesepakatan Lahir dalam Pertemuan Menteri Pembangunan Negara G20

Beberapa tantangan tersebut antara lain:

  1. Pemulihan pascapandemi covid-19 yang masih rentan.
  2. Perubahan iklim.
  3. Kepunahan keanekaragaman hayati.
  4. Ancaman terhadap ketahanan pangan.
  5. Stagnasi ekonomi.
"Kami juga mempertimbangkan tensi geopolitik yang sedang berlangsung, beserta implikasi negatif yang ditimbulkannya terhadap upaya untuk menyelesaikan tantangan pembangunan. Kami menyepakati untuk menyelesaikan tantangan pembangunan, diperlukan langkah maju yang kolaboratif antara seluruh negara," paparnya.
 
Oleh karena itu, multilateralisme yang lebih inklusif dan optimal dibutuhkan dengan segera untuk menyelaraskan negara-negara tersebut dalam proses perumusan aksi kolektif. Seterusnya, seluruh menteri pembangunan G20 siap menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pembaruan multilateralisme (reinvigorating multilateralism) demi mencapai SDGs.
 
"Seluruh hasil kerja dan capaian kita hari ini akan ditujukan untuk menyokong Konferensi Tingkat Tinggi G20, yang akan diadakan di Bali pada 15-16 November 2022. Saya memahami, di tengah maraknya tantangan serta perbedaan pendapat dalam menyikapi tantangan tersebut, bukanlah hal yang mudah untuk menemukan titik tengah. Walau begitu, sekali lagi saya bangga Menteri-Menteri Pembangunan G20 dapat hadir dan membahas isu-isu krusial dalam sektor pembangunan, khususnya dengan mengedepankan perspektif negara-negara berkembang," pungkasnya.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif