Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Medcom.id
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto: Medcom.id

2 Kesepakatan Lahir dalam Pertemuan Menteri Pembangunan Negara G20

Ade Hapsari Lestarini • 08 September 2022 18:16
Belitung: Pertemuan tingkat menteri pembangunan G20 dan delegasi telah menyampaikan komitmen, gagasan, dan panduan politik untuk mengimplementasikan kesepakatan bersama ke dalam aksi-aksi kolektif yang konkret dalam G20 Development Ministerial Meeting.
 
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Pertemuan Tingkat Menteri Pembangunan G20 adalah puncak dari kerja keras seluruh pihak sepanjang tahun di Development Working Group (DWG). Setidaknya, DWG telah melaksanakan tiga pertemuan utama, masing-masing di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali, juga beberapa pertemuan drafting khusus untuk mencapai titik ini.
 
"Di dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pembangunan, kami sebagai Presidensi dan Chair di forum ini, telah menyarikan komitmen-komitmen G20 yang akan ditindaklanjuti bersama oleh seluruh anggota G20 dan komunitas internasional, di dalam suatu Chair's Summary. Di dalam dokumen ini, para menteri pembangunan sepakat untuk memperkuat komitmen kerja sama multilateralisme untuk mempercepat capaian tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Suharso, saat konferensi pers G20 Development Ministerial Meeting, di Sheraton Belitung, Kamis, 8 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, G20 DWG berhasil menyelesaikan dan menyepakati dua dokumen keluaran atau deliverables, yaitu:
  1. G20 Roadmap for Stronger Recovery and Resilience in Developing Countries, including LDCs and SIDS.
  2. G20 Principles to Scale up Blended Finance in Developing Countries, including LDCs and SIDS.
Adapun komitmen tersebut telah ditunjukkan dan disampaikan di dalam dua sesi pertemuan hari ini. Pada sesi pertama, kembali ditekankan komitmen untuk mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau SDGs melalui penguatan ketahanan negara-negara berkembang dalam menghadapi krisis di masa depan.
 
Baca juga: Di Negara Berkembang, UMKM akan Menjadi Tumpuan Perekonomian

"Kita juga mendukung upaya meningkatkan skala skema pembiayaan inovatif yaitu blended finance untuk pencapaian SDGs," ungkap Suharso.
 
Suharso menyampaikan, komitmen ini sangatlah relevan dan penting untuk negara-negara berkembang. Para menteri pembangunan G20 pun berkomitmen untuk mengoptimalkan produktivitas, dan meningkatkan daya saing bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar resilien dalam menghadapi guncangan dan tantangan.
 
"Kami berkomitmen untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi guncangan, krisis, dan bencana di masa depan melalui implementasi Perlindungan Sosial Adaptif. Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan mendorong transformasi menuju ekonomi hijau dan ekonomi biru, melalui pembangunan rendah karbon dan pembangunan berketahanan iklim. Kami berkomitmen untuk meningkatkan pembiayaan campuran, atau blended finance, bagi negara-negara berkembang, dengan menunjukkan kepemimpinan dalam implementasi konkret yang akan dilaksanakan selanjutnya," jelas Suharso.
 
Pertemuan Tingkat Menteri Pembangunan G20 hari ini dihadiri oleh seluruh Menteri Pembangunan G20 dan seluruh Delegasi, baik secara daring maupun luring. Adapun pertemuan ini dihadiri oleh 31 delegasi, yang di antaranya terdiri dari 24 negara anggota dan sisanya dari nonanggota serta lembaga internasional.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif