Mata uang Dolar AS. Foto : MI.
Mata uang Dolar AS. Foto : MI.

Inflasi Paman Sam Naik, Laju Dolar AS Ikut Melonjak

Antara • 10 Desember 2022 07:14
New York: Dolar AS sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB),setelah data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) untuk November datang sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal ini memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve sekalipun dengan kecepatan yang lebih lambat.
 
baca juga: Dolar AS Keok Terhadap Mata Uang Utama Dunia

Indeks harga produsen AS (IHP) naik 0,3 persen pada November, di atas konsensus 0,2 persen, untuk kenaikan dalam setahun sebesar 7,4 persen, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat, 9 Desember 2022. IHP tidak termasuk makanan, energi dan jasa perdagangan naik 0,3 persen, juga melampaui perkiraan pasar.
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,03 persen menjadi 104,8100 pada akhir perdagangan.
 
Laporan IHP menunjukkan tren yang mendasari inflasi moderat meningkatkan kekhawatiran di antara para pelaku pasar bahwa laporan inflasi harga konsumen minggu depan, yang keluar tepat sebelum keputusan suku bunga Fed Desember, juga bisa mengejutkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu adalah pembacaan harga yang lebih kuat yang akan membuat pasar berhati-hati pada hasil yang sama minggu depan," kata Kepala Strategi Suku Bunga AS di BMO Capital Markets  Ian Lyngen dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Desember 2022.
 
Bank sentral AS berada di tengah-tengah siklus kenaikan suku bunga tercepat sejak 1980-an karena mencoba untuk melawan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade meskipun Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bulan lalu bahwa bank tersebut dapat mengurangi laju kenaikan suku bunga segera setelah Desember.
 
Terhadap dolar, euro 0,1 persen lebih rendah pada 1,05465 dolar, meskipun mata uang bersama itu masih berada di jalur untuk kenaikan minggu ketiga berturut-turut.
 
Sterling naik 0,3 persen ke level tertinggi empat hari menjadi 1,2273 dolar, karena pemerintah Inggris mengumumkan reformasi yang dirancang untuk mempertahankan London sebagai salah satu pusat keuangan paling kompetitif di dunia.
 
Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris juga akan mengumumkan keputusan suku bunga minggu depan. Pasar bertaruh mereka akan mengikuti tren dari The Fed yang akan memperlambat laju kenaikan suku bunga mereka, dengan kenaikan masing-masing 0,5 poin persentase.
 
Analis mata uang di MUFG mengatakan tingkat volatilitas untuk mata uang utama telah mundur menuju rata-rata jangka panjangnya. Hal ini karena pasar mulai memperkirakan prospek puncak suku bunga awal tahun depan.
 
"Bagian dari penurunan volatilitas kami akan menetapkan perkiraan pasar yang menunjukkan sebagian besar bank sentral mendekati suku bunga terminal, menunjukkan kuartal pertama akan menjadi kuartal ketika sebagian besar bank sentral akan berhenti setelah pengetatan sekitar 12 bulan," kata catatan itu.
 
Terhadap yen Jepang, dolar turun 0,2 persen menjadi 136,46 yen. Di pasar mata uang kripto, bitcoin yang mengalami penjualan intens setelah runtuhnya bursa kripto FTX, turun 0,5 persen menjadi 17.142 per dolar AS, setelah mencapai tertinggi empat hari 17.353 per dolar AS di awal sesi.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif