Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Gegara Suku Bunga AS Naik, Begini Kondisi Pembiayaan di Negara Berkembang

Ade Hapsari Lestarini • 03 Oktober 2022 17:13
Berlin: Kondisi pembiayaan yang lebih ketat sebagai akibat dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi menjadi masalah tersendiri bagi negara-negara berkembang.
 
"Depresiasi terkait euro vis-a-vis dolar AS memiliki efek inflasi tambahan dalam jangka pendek, yang tidak diterima pada saat ini," ujar pakar siklus bisnis dan pertumbuhan di Institut Kiel Jerman untuk Ekonomi Dunia (IfW Kiel), Klaus-Jurgen Gern, kepada Xinhua, dilansir Senin, 3 Oktober 2022.
 
Menurut data awal dari Kantor Statistik Federal, inflasi di Jerman melonjak ke rekor baru 10 persen pada September. Dampak dari kenaikan suku bunga AS ini telah membentuk prospek ekonomi Jerman.
 
Baca juga: Waduh, Sri Mulyani Sebut Dinamika Volatilitas Harga Komoditas Dunia Luar Biasa!

"Hal ini mengikis daya beli rumah tangga swasta karena inflasi yang tinggi, ketidakpastian sehubungan dengan pasokan energi di musim dingin mendatang dan masalah rantai pasokan adalah pengaruh yang lebih penting," kata Gern.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada pertengahan September kemarin, The Fed menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya ke kisaran 3,00-3,25 persen. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan peningkatan seperti itu, dengan hanya peluang 21 persen untuk kenaikan suku bunga 100 basis poin yang terlihat sebelum pengumuman.
 
Namun, pembuat kebijakan juga mengisyaratkan kenaikan yang lebih besar dalam proyeksi baru yang menunjukkan suku bunga kebijakannya naik menjadi 4,40 persen di akhir tahun ini sebelum mencapai 4,60 persen pada 2023. Ini naik dari proyeksi pada Juni masing-masing sebesar 3,4 persen dan 3,8 persen.
 
Pemotongan suku bunga tidak diperkirakan sampai 2024, bank sentral menambahkan, menghancurkan harapan investor yang luar biasa, Fed memperkirakan inflasi terkendali dalam waktu dekat. Ukuran inflasi yang disukai The Fed sekarang diperkirakan perlahan kembali ke target 2,0 persen pada 2025.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif