Kilang Minyak. Foto : AFP.
Kilang Minyak. Foto : AFP.

Harga Minyak Anjlok Hadapi Ketidakpastian Produksi OPEC+

Antara • 01 Juli 2022 07:54
New York: Harga minyak anjlok sekitar tiga persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena OPEC+ mengonfirmasi hanya akan meningkatkan produksi pada Agustus sebanyak yang diumumkan sebelumnya meskipun pasokan global ketat.
 
Dikutip dari Antara, Jumat, 1 Juli 2022, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September merosot USD3,4 atau 3,0 persen menjadi USD109,03 per barel. Kontrak Agustus, yang berakhir pada Kamis, 30 Juni 2022, turun USD1,45 atau 1,3 persen, menjadi menetap di USD114,81 per barel.
 
baca juga: Harga Minyak Anjlok Hadapi Ketidakpastian Produksi OPEC+

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus jatuh USD4,02 atau 3,7 persen, menjadi USD105,76 per barel.
 
Berdasarkan kontrak bulan depan, standar minyak mentah AS dan Brent masing-masing kehilangan 7,8 persen dan 6,5 persen untuk Juni, tetapi kedua harga acuan minyak mentah menguat lebih dari 40 persen tahun ini, menurut Dow Jones Market Data.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelompok produsen OPEC+, termasuk Rusia sepakat untuk tetap pada strategi produksinya setelah dua hari pertemuan. Klub produsen menghindari membahas kebijakan mulai September dan seterusnya.
 
Sebelumnya, OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi setiap bulan sebesar 648 ribu barel per hari (bph) pada Juli dan Agustus.
 
Sanksi terhadap minyak Rusia sejak invasi Rusia ke Ukraina telah membantu membuat harga energi melonjak, memicu kekhawatiran inflasi dan resesi.
 
Harga minyak turun bersama Wall Street pada Kamis, 30 Juni 2022. S&P 500 ditetapkan untuk enam bulan pertama terburuk sejak 1970, di tengah kekhawatiran bahwa bank-bank sentral yang bertekad menjinakkan inflasi akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.
 
Penurunan harga di pasar minyak diperburuk karena para pedagang AS menyesuaikan posisi menjelang liburan akhir pekan tiga hari Empat Juli.
 
Tetapi gangguan lebih lanjut pada pasokan dapat membatasi penurunan harga di tengah penangguhan pengiriman Libya dari dua pelabuhan timur, sementara produksi Ekuador turun karena protes yang sedang berlangsung.
 
Di Norwegia, 74 pekerja minyak lepas pantai di platform Equinor's Gudrun, Oseberg South dan Oseberg East akan mogok mulai 5 Juli 2022, serikat pekerja Lederne mengatakan akan menutup sekitar 4,0 persen dari produksi minyak Norwegia.
 
Sementara itu Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan kemungkinan batas harga impor yang dikenakan pada minyak Rusia dapat mendorong harga lebih tinggi.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif