Emas Dunia. Foto: Unsplash.
Emas Dunia. Foto: Unsplash.

Masuk Tahap Konsolidasi, Emas Berpeluang Menguat

Arif Wicaksono • 09 April 2026 10:41
Ringkasnya gini..
  • Pergerakan harga emas dunia pada Kamis, 9 April 2026, diproyeksikan kembali menguat seiring munculnya sinyal teknikal yang lebih positif serta dukungan faktor fundamental global.
  • Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD tengah berada dalam fase konsolidasi.
Jakarta: Pergerakan harga emas dunia pada Kamis, 9 April 2026, diproyeksikan kembali menguat seiring munculnya sinyal teknikal yang lebih positif serta dukungan faktor fundamental global.
 
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD tengah berada dalam fase konsolidasi. Fase ini dinilai menjadi fondasi awal untuk melanjutkan tren kenaikan harga.
 
Baca juga:   Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Harga Emas Global

Secara teknikal, harga emas disebut telah menyelesaikan fase koreksi jangka menengah dan mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Posisi harga kini bertahan di atas area support dinamis yang terbentuk dari indikator Moving Average 21 dan 34.
 
Menurut Geraldo, kondisi tersebut mencerminkan tekanan beli yang masih cukup kuat.
“Selama harga tetap bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka,” ujarnya.

Saat ini, pasar juga tengah membentuk struktur swing low di sekitar level 4.698. Level ini menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan tren naik.

Target Kenaikan 

Dalam proyeksi jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi menguji level resistance di 4.799. Jika berhasil menembus level tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju 4.858 semakin terbuka.
 
Meski demikian, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek yang masih mungkin terjadi sebelum arah tren menjadi lebih jelas. Dari sisi fundamental, prospek penguatan emas didorong oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve.
 
Perlambatan inflasi di Amerika Serikat membuka ruang bagi kemungkinan penurunan suku bunga, yang berpotensi menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini menjadi katalis positif bagi emas, karena penurunan yield membuat biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah.
 
Selain itu, pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan tambahan. Dolar yang lebih lemah membuat harga emas lebih terjangkau bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, emas masih menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai (safe haven).
 
Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas level support utama, arah pergerakan diperkirakan tetap berada dalam tren bullish.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan