Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ssst..AS Mau Intervensi Produksi OPEC, Caranya?

Antara • 09 Maret 2023 10:01
Washington: Sekelompok senator AS bipartisan mengatakan telah memperkenalkan kembali undang-undang untuk menekan kelompok produksi minyak Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) agar berhenti melakukan pengurangan produksi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 9 Maret 2023, apa yang disebut RUU Tanpa Kartel Penghasil dan Pengekspor Minyak atau NOPEC, diperkenalkan kembali oleh senator Chuck Grassley, seorang Republikan, dan Amy Klobuchar, seorang Demokrat, dan lainnya di Komite Kehakiman.

Jika disahkan oleh komite, baik kamar Kongres maupun ditandatangani oleh Presiden Joe Biden, NOPEC akan mengubah undang-undang antimonopoli AS untuk mencabut kekebalan kedaulatan yang telah melindungi anggota OPEC+ dan perusahaan minyak nasional mereka dari tuntutan hukum atas kolusi harga.
 
Beberapa upaya untuk meloloskan NOPEC selama lebih dari dua dekade telah lama mengkhawatirkan pemimpin de facto OPEC Arab Saudi, membuat Riyadh melobi keras setiap kali versi RUU itu muncul.
Baca: Makin Panas! Rusia Tantang Calon AS untuk Pimpin Bank Dunia

RUU itu disahkan komite 17 empat tahun lalu setelah kelompok produsen OPEC+, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, setuju untuk memangkas produksi sebesar dua juta barel per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kartel minyak dan negara-negara anggotanya perlu mengetahui kami berkomitmen untuk menghentikan perilaku antipersaingan mereka," kata Grassley, pendukung industri bahan bakar etanol berbasis jagung.
 
Ditambahkan Klobuchar undang-undang saat ini telah membuat Departemen Kehakiman tidak berdaya untuk menghentikan 13 negara penghasil minyak terbesar dari memanipulasi harga dan menaikkan biaya-biaya.

Pangkas 2 juta barel

OPEC melanjutkan pemotongan dua juta barel per hari, menetapkan harga dasar pada harga minyak global, dengan patokan internasional Brent diperdagangkan sekitar USD82,60 per barel pada Rabu, 8 Maret 2023.
Baca: Investasi di Aset Kripto Mulai Tak Gurih, Kamu Masih Minat?

Rusia mengatakan akan memangkas produksi sebesar 500 ribu barel per hari pada Maret setelah negara-negara Kelompok Tujuh (G&), Uni Eropa dan Australia menetapkan batas USD60 per barel pada harga ekspor minyak mentah Rusia yang dibawa melalui laut sebagai tanggapan atas perangnya di Ukraina.
 
OPEC belum mengindikasikan akan meningkatkan produksi, dengan seorang pejabat Angola mengatakan kepada Reuters di Houston pada konferensi CERAWeek bahwa tidak perlu meningkatkan produksi untuk mengimbangi pengurangan pasokan Rusia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif