Emas Dunia. Foto: Unsplash.
Emas Dunia. Foto: Unsplash.

Sinyal Bullish Menguat, Harga Emas Bisa Sentuh Level USD5.000

Arif Wicaksono • 14 April 2026 11:34
Jakarta: Harga emas sekarang menunjukkan kecenderungan menguat dan diproyeksikan melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa, 14 April 2026. 
 
Penguatan ini didorong kombinasi faktor teknikal yang solid serta dukungan fundamental global yang semakin kuat.
 
Baca juga:  Masuk Tahap Konsolidasi, Emas Berpeluang Menguat     

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan XAU/USD pada timeframe harian mengindikasikan tren naik masih terjaga. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai momentum bullish masih cukup kuat untuk berlanjut dalam waktu dekat.
 
Secara teknikal, harga emas saat ini sempat mengalami tekanan di awal pekan, terutama saat pembukaan perdagangan Senin. 

Namun koreksi tersebut hanya berlangsung singkat. Harga dengan cepat berbalik arah dan berhasil menutup gap yang sebelumnya terbentuk sebuah sinyal bahwa dominasi pembeli masih sangat kuat.
 
Fenomena penutupan gap ini kerap menjadi indikasi kelanjutan tren utama. Artinya, harga emas terkini berpotensi memasuki fase kenaikan yang lebih solid dalam waktu dekat.
 
Saat ini, pelaku pasar mencermati area resistance di kisaran USD4.857. Level tersebut dinilai krusial dalam menentukan arah selanjutnya. Jika harga mampu menembusnya secara meyakinkan, peluang reli lanjutan akan semakin terbuka.
 
Dalam skenario tersebut, harga emas sekarang berpotensi menguji level psikologis USD5.000. Angka ini tidak hanya penting dari sisi teknikal, tetapi juga menjadi titik perhatian utama investor global.
 
Dari sisi fundamental, penguatan harga emas saat ini juga ditopang oleh meningkatnya minat terhadap aset safe haven. Ketidakpastian global yang masih tinggi, baik dari faktor geopolitik maupun ekonomi, mendorong investor mencari instrumen yang lebih aman.
 
Selain itu, arah kebijakan Federal Reserve turut menjadi katalis penting. Pasar mulai memperkirakan kemungkinan kebijakan yang lebih longgar atau dovish, termasuk peluang penurunan suku bunga atau penghentian siklus pengetatan moneter.
 
Kondisi ini cenderung menguntungkan emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi lebih menarik ketika suku bunga rendah karena biaya peluang untuk memegangnya ikut menurun.
 
Di sisi lain, potensi pelemahan dolar Amerika Serikat juga memperkuat prospek kenaikan. Hubungan terbalik antara dolar dan emas memberikan ruang bagi harga emas untuk terus bergerak naik ketika mata uang tersebut melemah.
 
Permintaan dari bank sentral global turut menjadi penopang tambahan. Tren peningkatan cadangan emas menunjukkan bahwa logam mulia ini masih dipandang sebagai aset strategis untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
 
Secara keseluruhan, prospek harga emas terkini masih berada dalam tren positif. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang menuju level yang lebih tinggi, termasuk target USD5.000 tetap terbuka.
 
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati volatilitas jangka pendek yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Perubahan dinamika global masih menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas ke depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan