Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Analis Geraldo Kofit menyebut pergerakan XAU/USD pada timeframe harian menunjukkan tren bullish yang tetap terjaga dan berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
| Baca juga: Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Harga Emas Global |
Secara teknikal, harga emas dunia hari ini masih mampu bertahan di atas indikator Moving Average (MA) 21 dan 34 yang berfungsi sebagai support dinamis. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa struktur tren naik masih valid dan belum menunjukkan pelemahan signifikan. Selama harga tetap berada di atas area tersebut, peluang kenaikan dinilai masih terbuka lebar.
Geraldo menjelaskan, posisi harga yang stabil di atas support dinamis mencerminkan dominasi tekanan beli di pasar. Hal ini mengindikasikan minat investor terhadap emas masih tinggi dan menjadi fondasi penting bagi kelanjutan tren bullish dalam jangka menengah.
Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas dunia hari ini diperkirakan berpotensi menguji level resistance terdekat di kisaran 4.868. Jika level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, maka ruang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka.
Bahkan, jika momentum bullish terus berlanjut, emas berpotensi menguat hingga menyentuh level 5.005. Level ini tidak hanya menjadi resistance teknikal, tetapi juga memiliki arti penting sebagai level psikologis yang kerap menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari sisi indikator, sinyal penguatan turut terlihat dari pergerakan stochastic yang masih mengarah naik dan berpotensi memasuki area overbought. Ini menunjukkan momentum kenaikan masih kuat, meskipun membuka peluang koreksi jangka pendek.
Kendati demikian, potensi koreksi dinilai masih wajar selama tidak terjadi penurunan signifikan di bawah area support utama. Dengan kata lain, tren kenaikan harga emas dunia hari ini diperkirakan tetap terjaga.
Dari sisi fundamental, penguatan harga emas didorong meningkatnya ketidakpastian global. Faktor seperti ketegangan geopolitik, risiko perlambatan ekonomi, hingga volatilitas pasar keuangan mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.
Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih dovish turut menjadi katalis positif. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif, bahkan membuka peluang penurunan suku bunga ke depan. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dukungan tambahan. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat tekanan terhadap dolar membuka ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi.
Di sisi lain, permintaan dari bank sentral global yang terus meningkat turut memperkuat tren bullish. Langkah akumulasi cadangan emas ini menegaskan peran strategis emas dalam menjaga stabilitas devisa, sekaligus menopang harga dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, tren harga emas dunia hari ini masih menunjukkan penguatan yang solid. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang kenaikan menuju level yang lebih tinggi tetap terbuka, meski pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News