Ilustrasi. FOTO: AFP/David Gray
Ilustrasi. FOTO: AFP/David Gray

Risiko Resesi Buat Kemilau Emas Dunia Kembali Tergerus

Antara • 29 Juni 2022 07:01
Chicago: Emas dunia kembali merosot pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Hal itu terjadi karena terseret dolar AS yang menguat di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan pengetatan moneter Federal Reserve yang agresif akan mengirimkan ekonomi ke jurang resesi.
 
Mengutip Antara, Rabu, 29 Juni 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir lagi USD3,6 atau 0,2 persen, menjadi USD1.821,20 per ons, memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut.
 
Emas berjangka jatuh USD5,5 atau 0,3 persen menjadi USD1,824,80 pada Senin, 27 Juni, setelah terdongkrak 50 sen atau 0,03 persen menjadi USD1.830,30 pada Jumat, 24 Juni, dan jatuh USD8,6 atau 0,47 persen menjadi USD1.829,80 pada Kamis, 23 Juni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar AS menguat pada Selasa, 27 Juni, karena pelaku pasar melarikan diri dari aset-aset berisiko ke mata uang safe haven di tengah kekhawatiran resesi ekonomi. "Komoditas semakin ditakuti oleh hantu resesi dengan ketakutan resesi mendorong penurunan secara keseluruhan," kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen, yang berbasis di Kopenhagen.
 
Pembuat kebijakan Federal Reserve menjanjikan kenaikan suku bunga cepat lebih lanjut untuk menurunkan inflasi yang tinggi, tetapi mendorong kembali meningkatnya kekhawatiran di kalangan investor dan ekonom bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi akan memicu resesi.
Baca: Pembayaran Rubel Rusia untuk Kupon Dolar AS Jadi Default

"Banyak yang khawatir Fed mungkin bertindak terlalu agresif dan mungkin mendorong ekonomi ke dalam resesi. Saya sendiri khawatir jika tidak terkendali, inflasi akan menjadi kendala dan ancaman utama bagi ekonomi AS dan ekspansi yang berkelanjutan," kata Presiden Fed San Francisco Mary Daly.
 
Sementara itu, lembaga riset The Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 98,7 pada Juni dari 103,2 pada Mei, penurunan bulanan kedua berturut-turut dan level terendah sejak Februari 2021, memberikan dukungan terbatas untuk emas.
 
Indeks NSA Harga Rumah Nasional AS dari S&P CoreLogic Case-Shiller, yang mencakup sembilan divisi sensus AS, melaporkan kenaikan tahunan 20,4 persen pada April, turun dari 20,6 persen di bulan sebelumnya. Harga emas telah terjebak dalam kisaran antara USD1.800 dan USD1.880 sejak pertengahan Mei, menurut analis pasar.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 36,2 sen atau 1,71 persen, menjadi ditutup pada USD20,806 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober bertambah USD5,3 atau 0,59 persen menjadi USD905,60 per ons.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif